Mau Kalahkan Endo/Watanabe, Minions Disarankan 'Contek' Ahsan/Hendra

Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo
Sumber :
  • Twitter/@INABadminton

VoxPop – Kegagalan ganda putra nomor satu Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, di BWF World Tour Finals 2019 masih mencuri perhatian masyarakat. 

img_title Peraih Emas SEA Games 2025 untuk Indonesia Tumbang 28 Menit BWF World Tour Finals

Bagaimana tidak, pasangan berjuluk The Minions itu kembali gagal menjadi juara setelah ditumbangkan duet asal Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Kedua pasangan tersebut berhadapan di babak semifinal. Sayangnya, Marcus/Kevin harus tumbang setelah menjalani rubber game.

img_title Semifinal BWF World Tour Finals 2025: Sabar/Reza Kembali Hadapi Kim Won Ho/Seo Seung Jae Hari Ini

Hal itu sebenarnya sudah diprediksi sejak awal. Sebab, rekor The Minions terbilang buruk ketika berhadapan dengan Endo/Watanabe.

Sepanjang 2019, Marcus/Kevin sudah lima kali beruntun dihentikan Endo/Watanabe dengan kekalahan teranyar terjadi di BWF World Tour Finals 2019.

img_title Sabar/Reza Kembali ke BWF World Tour Finals, Hendra Setiawan: Semoga Minimal Sama dengan Tahun Lalu

Tentunya, tren negatif tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi sang pelatih. Namun, Herry mengaku sebenarnya sudah memiliki ‘antivirus’ dari Endo/Watanabe.

"Sudah ada. Strategi sebenarnya itu sudah dijalankan sama Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Nah tinggal Marcus/Kevin bisa menerapkannya atau tidak," ujar Herry saat dihubungi wartawan, Jumat 20 Desember 2019.

Ya, pasangan berjuluk The Daddies itu justru mampu tampil apik ketika bersua wakil Negeri Matahari tersebut. Bahkan, rekornya berbanding terbalik dengan Marcus/Kevin. Mereka berhasil menyabet lima kemenangan ketika menghadapi Endo/Watanabe selama 2019.

Dijelaskan Herry, kunci untuk mengalahkan pasangan Jepang itu adalah dengan mengandalkan kerja sama yang kuat dan rotasi posisi depan juga belakang selama pertandingan berlangsung.

Nah, hal itulah yang disebut Herry masih jarang dilakukan oleh Marcus/Kevin. Sehingga mereka selalu kesulitan saat berhadapan dengan Endo/Watanabe.

"Menurut saya begini, Ahsan/Hendra itu dua-duanya bisa bermain di depan. Sementara Marcus/Kevin hanya Kevin saja yang bisa main di depan, maksudnya lebih unggul, bisa mendapatkan poin," ungkap pelatih 57 tahun.

"Kalau Marcus bisa kadang-kadang (bermain di depan), tapi kurang konsisten. Bukan tidak bisa sama sekali ya," lanjutnya.

Ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani

Cerita Pengorbanan Sabar/Reza meski Kandas di Semifinal BWF World Tour Finals 2025

Langkah ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, harus terhenti di babak semifinal BWF World Tour Finals 2025.

img_title
VoxPop.co.id
21 Desember 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut