Polantas Menyapa di DCF 2025: Kampanye Keselamatan Bernuansa 'Balapan'

Polantas Menyapa di DCF 2025
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, VoxPop – Kesadaran berlalu lintas sering diibaratkan dengan arena balapan: semua orang ingin cepat sampai tujuan, tapi hanya mereka yang disiplin aturan yang bisa selamat hingga garis akhir. Semangat itulah yang coba dihadirkan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri lewat program “Polantas Menyapa” di tengah kemeriahan Dieng Culture Festival (DCF) 2025.

img_title Helm Replika Pembalap Kini Tak Lagi Eksklusif

Program ini merupakan implementasi salah satu pilar utama Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK), yakni Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan. Jika di lintasan balap, pembalap profesional dituntut memahami teknik, menjaga fokus, dan menghormati regulasi lomba, maka di jalan raya masyarakat juga dituntut memiliki disiplin yang sama demi keselamatan bersama.

Edukasi dengan Sentuhan Festival

img_title Luar Biasa! Pertamina Antar Qarrar Firhand Ukir Sejarah, Merah Putih Berkibar di WSK Euro Series 2026

Kakorlantas Polri, Irjen. Pol. Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas tidak melulu diajarkan dalam ruang kelas. Melalui DCF 2025, pesan keselamatan dikemas dengan pendekatan kreatif, santai, sekaligus menyenangkan.

“Dengan hadir di festival budaya seperti DCF, kami ingin menunjukkan bahwa tertib lalu lintas bisa menjadi bagian dari gaya hidup dan kebanggaan masyarakat," ujar Irjen. Pol. Agus.

img_title Marc Marquez Bikin Pengakuan Mengejutkan, Gelar Juara Dunia ke-10 Ternyata Bukan Lagi Prioritas

DCF sendiri dihadiri lebih dari 75 ribu orang lintas usia. Layaknya balapan akbar yang jadi titik temu ribuan penonton, festival ini menjadi arena strategis untuk menyebarkan kampanye keselamatan secara masif.

Safety Riding ala “Pit Stop”

Booth Polantas Menyapa di DCF 2025 ibarat pit stop dalam dunia balap. Di sana, masyarakat bisa berhenti sejenak, berdialog langsung dengan anggota Polantas, bertanya seputar SIM, ETLE, hingga keselamatan anak-anak yang mulai menggunakan sepeda atau motor listrik di jalan raya.

Polantas Menyapa di DCF 2025

Photo :
  • istimewa

Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol. M. Pratama Adhyasastra, bahkan menegaskan, “Kami tidak bangga melakukan penindakan. Kalau pengguna jalan tertib, saling menghormati, tidak saling menyalip, maka kelancaran dan keselamatan berkendara akan meningkat.”

Pesannya sederhana, sama seperti pembalap yang tahu kapan harus menyalip dan kapan menjaga ritme, pengendara di jalan umum juga harus mengutamakan keselamatan di atas ego.

Menariknya, duta keselamatan lalu lintas membagikan coklat dan merchandise berisi pesan safety riding. Cara ini menjadi “gimmick” ala sport event yang membuat pengunjung antusias. Ratusan pengunjung meninggalkan pesan keselamatan, seakan menuliskan strategi balap: selamat sampai finis.

Dari Dieng ke Seluruh Indonesia

Irjen Pol. Agus Suryonugroho menutup dengan pesan yang tak kalah lantang dari suara mesin di lintasan balap:

“Dari Dieng, kita kirim pesan ke seluruh Indonesia: keselamatan adalah budaya. Mari bersama-sama menumbuhkan kesadaran dan melipatgandakan ikhtiar keselamatan, agar setiap orang bisa Selamat di Jalan, Selamat di Rumah.”

Lewat program ini, Korlantas ingin menegaskan: di jalan raya, kita semua adalah “pembalap”. Bedanya, podium kemenangan bukan tentang siapa yang tercepat, melainkan siapa yang paling selamat.

Sean Gelael Buka-bukaan soal Perjalanan Kariernya di Dunia Balap Internasional

Sean Gelael Buka-bukaan soal Perjalanan Kariernya di Dunia Balap Internasional

Sean Gelael berbagi cerita mengenai perjalanan kariernya di dunia balap internasional. Tak hanya itu, ia juga mengulas pentingnya menjaga performa, baik bagi pembalap

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut