Kata Son Heung-min Usai Gabung Los Angeles FC

Pemain Tottenham Hotspur Son Heung-min
Sumber :
  • AP Photo/Ahn Young-joon

VoxPop – Bintang asal Korea Selatan, Son Heung-min, akhirnya resmi meninggalkan Tottenham Hotspur dan memulai petualangan baru di Amerika Serikat. Ia bergabung dengan klub Major League Soccer (MLS), Los Angeles FC (LAFC), lewat transfer yang memecahkan rekor.

img_title Bursa Transfer Inter Milan: John Stones Tes Medis hingga Kabar Terbaru soal Cristian Romero dan Djed Spence

Pemain berusia 33 tahun itu menyelesaikan kepindahan senilai lebih dari £20 juta atau sekitar Rp400 miliar, menjadikannya transfer termahal dalam sejarah MLS. Kepindahan ini diumumkan hanya beberapa bulan setelah Son memimpin Tottenham meraih gelar Liga Europa 2025.

Dalam konferensi pers perkenalan di Los Angeles, Son mengaku bahwa LAFC bukanlah destinasi impiannya. Namun, pendekatan serius dari manajemen klub membuatnya luluh.

img_title Update Bursa Transfer: Inter Milan Mulai Bergerak untuk Cristian Romero, Incar Dua Pemain dari Tottenham Hotspur

"Kalau saya jujur, ini bukan pilihan pertama saya. Tapi John (Thorrington, General Manager LAFC) adalah orang pertama yang menelepon saya setelah musim berakhir dan dia mengubah pikiran saya, dia mengubah hati saya," kata Son.

Son menegaskan dirinya datang ke MLS bukan sekadar untuk santai, tapi untuk memberikan segalanya. Ia bahkan tersentuh melihat antusiasme fans Korea yang tinggal di LA saat pertandingan LAFC.

img_title Cristian Romero Dipastikan Tinggalkan Tottenham Hotspur, Inter Milan dan Barcelona Sikut-sikutan

"Saya sangat senang melihat semua fans Korea. Saya sempat menonton pertandingan dan kalian mendukung dengan luar biasa. Rasanya saya ingin langsung masuk lapangan dan bermain. Saya di sini untuk menang dan akan memberikan performa terbaik."

"Saya akan menunjukkan sesuatu yang menarik dalam… apa kita menyebutnya football atau soccer? Intinya, saya akan bawa permainan menarik dan membawa kesuksesan," tambahnya dengan nada bercanda.

Meski penuh antusiasme, Son tak menutupi bahwa meninggalkan Tottenham adalah keputusan yang berat. Setelah 10 tahun, ia merasa seperti kehilangan rumah kedua.

"Saya merasa kosong. Saya merasa sudah memberikan segalanya, tapi juga merasa butuh babak baru dan tantangan baru. Saya memilih LAFC. Saya mungkin sudah tidak muda, tapi saya masih punya fisik yang bagus, kaki yang kuat, dan kualitas yang belum hilang."

Sebelumnya, Son juga menyampaikan pesan perpisahan penuh haru kepada para pendukung Spurs melalui media sosial. Ia menyebut keputusannya meninggalkan klub sebagai yang tersulit dalam kariernya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut