Catatan Mengenaskan Shin Tae-yong, Ulsan HD Kalah Mulu dan Terancam Degradasi

Pelatih Ulsan HD, Shin Tae-yong
Sumber :
  • Instagram @shintaeyong7777

Korea Selatan, VoxPop – Perjalanan mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae yong (STY) bersama Ulsan HD berjalan jauh dari kata mulus. Sejak ditunjuk sebagai pelatih pada 5 Agustus 2025, tim kebanggaan kota Ulsan itu justru makin terpuruk di papan bawah klasemen K League 1.

img_title Pesan Prabowo di Kongres PSSI 2026: Negara Tak Boleh Mematikan Mimpi Anak Indonesia Bela Timnas

STY sempat mengawali debutnya dengan manis lewat kemenangan tipis 1-0 atas Jeju United pada 9 Agustus. Hasil itu sempat memunculkan harapan kebangkitan setelah Ulsan paceklik kemenangan dalam 11 laga sebelumnya.

Namun momentum positif itu tak bertahan lama. Setelah laga tersebut, Ulsan justru menelan tiga kekalahan beruntun. Mereka kalah 2-4 dari Suwon FC, lalu dipermalukan FC Seoul dengan skor 2-3 di kandang, dan terakhir tumbang 0-2 dari rival berat Jeonbuk Hyundai.

img_title Prabowo Targetkan Timnas Indonesia Tampil di Piala Dunia 2030, Erick Thohir Diminta Susun Blueprint

Statistik Buruk & Sorotan Taktik

Kekalahan melawan Jeonbuk menjadi bukti gamblang rapuhnya Ulsan. Mereka kalah dalam hampir semua aspek permainan: hanya mencatat 226 umpan dibanding 431 milik lawan, serta gagal menciptakan satu pun tembakan tepat sasaran dari 15 percobaan.

img_title Dosa-dosa Doan Van Hau saat Hadapi Timnas Indonesia: Bikin Cedera Evan Dimas hingga Berseteru dengan Marc Klok

Eks pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong

Photo :
  • Youtube JekPot

Taktik Shin Tae-yong juga mulai jadi sorotan. Sang pelatih dinilai terlalu kaku dengan formasi 4-1-4-1 yang kurang efektif menghadapi tim dengan penguasaan bola tinggi. Media Korea menyebut Ulsan kehilangan identitas permainan dan kesulitan membangun serangan secara konsisten.

Ancaman Degradasi

Rangkaian hasil buruk itu membuat Ulsan HD terjerembab ke peringkat kedelapan klasemen sementara dengan 34 poin dari 28 pertandingan. Posisi ini berbahaya karena termasuk ke zona playoff degradasi, sesuatu yang sangat kontras dengan status mereka sebagai salah satu klub besar di Korea Selatan.

Shin Tae-yong sendiri mengakui situasi sulit ini dan berjanji melakukan evaluasi selama jeda internasional. “Kami harus memperbaiki banyak hal, butuh waktu untuk membangun kembali tim,” ujarnya dikutip media lokal.

Tantangan Berat ke Depan

Usai jeda internasional, jadwal berat sudah menanti. Ulsan akan melakoni laga derby melawan Pohang Steelers pada 13 September, disusul duel di Liga Champions Asia Elite menghadapi Chengdu Rongcheng empat hari kemudian.

Dengan format K League 1 yang hanya memainkan 33 laga sebelum memasuki fase playoff, margin kesalahan sangat kecil. Jika tak segera bangkit, ancaman degradasi nyata di depan mata Ulsan HD sekaligus menambah panjang catatan mengecewakan Shin Tae-yong di awal kepulangannya ke Korea Selatan.

Presiden RI Prabowo Subianto usai menonton pertandingan Timnas Indonesia vs Bahrain di Stadion GBK, Jakarta Pusat (sumber: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Prabowo Ajak Klub hingga Media Bersatu Wujudkan Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030

Prabowo mengajak klub, suporter, media, hingga seluruh elemen sepak bola Indonesia bersatu mewujudkan mimpi Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia 2030.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut