Di Ujung Jalan, The Special One Pulang ke Rumah

Pelatih Benfica, Jose Mourinho
Sumber :
  • Instagram @slbenfica

VoxPop – Ada masa ketika nama Jose Mourinho seakan jadi jawaban atas segala krisis klub sepak bola. Manajer asal Portugal ini bukan hanya pelatih, tapi juga simbol perubahan. Ia datang membawa trofi, membangun mental juara, dan menghadirkan sorotan dunia ke klub yang dilatihnya.

img_title Bursa Transfer Liga Inggris: Arsenal Terima Kabar Baik soal Vinicius Junior, Real Madrid Ambil Keputusan Begini

Julukan The Special One lahir bukan tanpa alasan. Mourinho pernah menggebrak dunia dengan gelar Liga Champions bersama Porto, lalu menorehkan era kejayaan bersama Chelsea, Inter Milan, hingga Real Madrid. Di mata banyak orang, Mourinho identik dengan kemenangan, gengsi, dan cerita besar.

Namun, waktu berjalan. Kini di usia 62 tahun, sinar Mourinho mulai meredup. Ia tetap keras kepala, tetap penuh emosi, tetap blak-blakan di pinggir lapangan. Tapi semua itu kini lebih sering dianggap sebagai beban daripada kekuatan. Konflik dengan wasit, pemain, bahkan pemilik klub sudah seperti siklus yang berulang dalam kariernya.

img_title Update Transfer Rodri ke Real Madrid: Los Blancos Belum Menyerah, Manchester City Minta Segini

Hal itu kembali terlihat saat Fenerbahce memutuskan berpisah dengannya akhir Agustus lalu. Mourinho gagal meloloskan tim ke Liga Champions. Ada kontroversi transfer, ada sanksi, ada larangan mendampingi tim. Bedanya, kali ini tidak ada trofi yang jadi pembelaan. Fenerbahce hanya finis sebagai runner-up.

Rumor sempat menyeret namanya kembali ke Premier League. Membayangkan Mourinho lagi di tepi lapangan Inggris tentu mengundang nostalgia. Namun, Nottingham Forest memilih jalan lain dengan menunjuk Ange Postecoglou. Mourinho pun kembali menatap tanah kelahirannya.

img_title Real Madrid Diklaim Capai Kesepakatan dengan Yan Diomande, Begini Fakta Sebenarnya

Kabar terbaru menyebut ia selangkah lagi kembali ke Benfica, klub yang 25 tahun lalu sempat ia latih meski hanya bertahan sembilan laga. Mungkin di situlah, di Lisbon, Mourinho akhirnya bisa menutup lingkaran panjang perjalanannya.

Meski masih punya gengsi besar, gaya permainan Mourinho yang cenderung defensif dianggap tak lagi sejalan dengan sepak bola modern. Publik mengingat trofi terakhirnya hanyalah UEFA Conference League bersama AS Roma.

Kepulangan ke Benfica pun dipandang bukan sekadar karier, melainkan persiapan menuju mimpi terbesarnya: melatih tim nasional Portugal. Mourinho sudah berulang kali bicara soal ambisi itu. Jika benar jadi ke Benfica, mungkin inilah babak akhir dari kisah The Special One di level klub sebelum pulang penuh ke negaranya.

Dan bila itu terjadi, Mourinho bukan lagi sekadar pelatih dengan catatan trofi. Ia adalah cerita tentang kejayaan, kontroversi, dan perjalanan panjang seorang manusia yang pernah mengguncang sepak bola dunia.

Alejandro Garnacho di Argentina

Usai Lawan Indonesia All Star, Alejandro Garnacho Kirim Pesan Menohok ke Chelsea

Alejandro Garnacho tampaknya mulai menemukan kembali senyumannya setelah meninggalkan Chelsea. Winger asal Argentina itu bahkan diduga melontarkan sindiran halus kepada m

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut