Game Plan Timnas Indonesia Gagal Berjalan Mulus saat Ditekuk Arab Saudi

Duel Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Sumber :
  • Instagram @timnasindonesia

Jakarta, VoxPop – Pengamat sepak bola Indonesia Mohamad Kusnaeni menilai rencana permainan (game plan) Timnas Indonesia tidak berjalan saat dikalahkan Timnas Arab Saudi 2-3 dalam laga putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

img_title Ruben Amorim Bongkar Rahasia Memajukan Sepak Bola Indonesia

"Game plan yang dibuat pelatih juga sesuai prediksi banyak orang. Sayangnya, game plan ini tidak bisa dieksekusi dengan baik," kata Mohamad Kusnaeni ketika dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Dia menyayangkan kekalahan Timnas Indonesia saat bertandang ke Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah karena Garuda sebetulnya memiliki kesempatan memenangi laga, tetapi akhirnya kalah karena banyak membuat kesalahan sendiri.

img_title Disindir Justin Hubner, Pelatih Vietnam Kim Sang-sik Beri Jawaban Menohok

Menurutnya, tim asuhan pelatih Patrick Kluivert sebetulnya memulai pertandingan dengan baik dan mencetak gol lebih dulu. ​​​​​​Pelatih Kluivert memainkan formasi 4-2-3-1 dengan memasang double pivot Joey Pelupessy dengan Marck Klok. Tujuannya untuk meredam agresivitas lawan.

Sementara di lini depan dipasang pemain-pemain cepat untuk membongkar pertahanan lawan seperti Miliano Jonathan di kanan, Beckham Putra di kiri.

img_title Jelang Lawan Singapura, Coach Justin Minta John Herdman Tinggalkan Formasi 3 Bek

Namun, duet gelandang bertahan Indonesia terlalu sering kalah dalam duel dan tidak cukup padu. Akibatnya, Arab Saudi leluasa mengontrol lapangan tengah dan mendominasi permainan, khususnya di babak pertama.

"Lemahnya lini tengah membuat keseimbangan permainan jadi timpang," katanya.

Pemain Indonesia mulai membuat kesalahan demi kesalahan yang akhirnya menguntungkan lawan. Kalah di lini tengah membuat skenario serangan tidak berjalan dengan baik karena bola dipaksa terus melebar sehingga mudah diantisipasi dan diredam.

Menurutnya, pelatih Kluivert kurang cepat menanggapi situasi di lapangan, terlihat dari monoton dan minimnya kreativitas permainan saat tim mencoba bermain lebih keluar setelah ketinggalan 1-2.

Pergantian pemain, kata dia, juga agak terlambat sehingga Indonesia akhirnya kebobolan lagi di awal babak kedua. Setelah masuknya Ole Romeny dan Thom Haye keseimbangan permainan lebih terbentuk. Kendali lapangan tengah mulai bisa direbut dan serangan-serangan jadi lebih terarah.

"Sayangnya, tidak cukup waktu untuk mengejar gol tambahan dan membalikkan keadaan. Apalagi beberapa peluang kita juga gagal menjadi gol," katanya.

Kusnaeni menambahkan kekalahan dari Arab Saudi harus menjadi pelajaran berharga bagi jajaran pelatih. Pada laga selanjutnya melawan Irak, penentuan susunan pemain harus lebih jeli dan lebih cepat merespons situasi di lapangan saat game plan tidak berjalan dengan baik. (Ant)

Timnas Indonesia Vs Vietnam

Jelang Lawan Singapura, Bung Harpa Bongkar Kesalahan Fatal John Herdman Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Pengamat Sepak Bola Bung Harpa mengungkap kesalahan John Herdman usai Timnas Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam jelang laga krusial kontra Singapura di Piala AFF 2026.

img_title
VoxPop.co.id
7 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut