Kreativesia 2025 di Palembang Ditutup dengan Pawai Budaya
- Istimewa
“Sebelumnya, saya lebih banyak berkarya di bidang film, musik, dan seni pertunjukan. Ajang ini menjadi tantangan baru sekaligus kesempatan untuk memberikan inspirasi bagi pemuda lainnya. Walaupun tidak terpilih menjadi duta, saya akan tetap berusaha menjadi sosok inspiratif melalui karya-karya saya,” ungkap Azmi.
Dari sisi penyelenggara, Asisten Deputi Bidang Bina Kepemudaan Badan Usaha dan Swasta Kemenpora RI, Muhamad Adsan, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan.
“Lewat Pawai Budaya dan Pemilihan Duta Pemuda Kreatif, kita ingin meneguhkan bahwa kreativitas pemuda harus berakar pada budaya nasional, sekaligus merefleksikan karakter dan nilai kolaboratif. Duta Kreatif bukan hanya simbol prestasi, tetapi juga agen perubahan yang mampu menyuarakan aspirasi pemuda di daerahnya,” ujar Adsan.
Ia menambahkan, dukungan kepada peserta perlu terus berlanjut meski panggung telah usai.
“Kami berharap para pendamping dan pihak terkait tetap mendukung perjalanan para pemuda ini setelah panggung ditutup, agar semangat kreativitas, kolaborasi, dan kualitas karya terus tumbuh ke depan,” tutupnya.
Dengan semangat kompetisi, solidaritas, dan kreativitas yang terpancar di Palembang, Kreativesia 2025 resmi menutup rangkaian kegiatannya. Namun bagi para pemuda kreatif Indonesia, perjuangan baru justru dimulai dari sini — melangkah membawa semangat budaya dan inovasi menuju masa depan.
