Naik Level, Borobudur Marathon 2025 Tampilkan Rute Baru dan Standar Internasional

Borobudur Marathon 2025
Sumber :
  • istimewa

VoxPop – Borobudur Marathon 2025 resmi naik level setelah mengantongi predikat Elite Label World Athletics.

img_title 24 Atlet Indonesia Terpilih Bakal Tampil di Power Race International Final Bangkok 2026

Status baru ini membuat standar penyelenggaraan berubah drastis, mulai dari verifikasi rute internasional, penambahan kategori lomba, hingga aturan ketat soal hidrasi atlet dan kualitas air mineral yang digunakan sepanjang race.

Label elite menuntut seluruh aspek event diverifikasi secara menyeluruh. Termasuk produk yang disajikan di water station—mulai dari kandungan mineral, kesegaran, sampai keamanan pangan.

img_title Langkah Rasa 2026 Tantang Pelari Tak Sekadar Kejar Finis, Tapi Juga Jelajahi Kuliner Nusantara

Dari proses panjang tersebut, Le Minerale lolos sebagai satu-satunya air mineral yang memenuhi kualifikasi World Athletics untuk mendukung 11.500 pelari pada 16 November 2025 di kawasan Candi Borobudur, Magelang.

Race Director Borobudur Marathon 2025, Andreas Kansil, menegaskan bahwa perubahan status tidak mengubah kepercayaan panitia terhadap Le Minerale.

img_title 2.270 Pelajar Bersaing di Athletics Challenge, PASI Optimistis Lahirkan Atlet Masa Depan

“Kami harus memastikan kualitas water station sesuai standar internasional. Karena itu kami kembali menggandeng Le Minerale yang punya mineral alami untuk menjaga pelari tetap bertenaga dan tidak loyo,” ujarnya.

Ibnu Jamil di Borobudur Marathon 2025

Photo :
  • Istimewa

Tahun ini panitia juga menghadirkan rute baru yang menghadirkan pengalaman berbeda, namun tetap mempertahankan tanjakan legendaris yang selama ini menjadi ciri khas Borobudur Marathon.

Untuk membantu pelari menaklukkan rute tersebut, water station Le Minerale disebar merata: 24 titik untuk full marathon, 10 titik untuk half marathon, dan 3 titik bagi pelari 10K.

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Medical Doctor Borobudur Marathon 2025, dr. Wawan Budisusilo Sp.KO, menegaskan bahwa iklim tropis Indonesia menuntut strategi hidrasi yang lebih intensif dibanding negara empat musim.

“Tiap event punya hydration point yang dihitung cermat. Di Indonesia, jarak antar water station harus lebih dekat karena panas dan tingkat kehilangan cairan lebih tinggi,” jelasnya.

Menurut dr. Wawan, hidrasi bukan sekadar memberi air, tetapi memastikan penggantian mineral yang hilang akibat keringat.

“Makanya water station kami tempatkan setiap 2,5 km. Pelari diharapkan memanfaatkan asupan mineral ini agar performa stabil sampai finish,” tegasnya.

Pengalaman pentingnya hidrasi juga dirasakan pelari profesional dari Le Minerale Running Squad, Ibnu Jamil.

“Sebelum, selama, dan sesudah lari saya selalu cukupkan cairan dan mineral. Di Borobudur Marathon ini saya selalu singgah di water station meski hanya minum sedikit untuk cegah kram,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut