Bukan Korea atau China, Indonesia Justru Disebut Jadi Pemimpin Baru E-Sports Global!

Timnas Esports untuk Free Fire
Sumber :
  • Istimea

VoxPop – Pemimpin Esports World Cup Foundation (EWCF), Mike McCabe, menegaskan bahwa Indonesia kini menempati posisi strategis dalam peta industri gim dan e-sports global. Menurutnya, kombinasi populasi besar, literasi teknologi yang tinggi, dan budaya bermain yang kuat menjadikan Indonesia “penentu arah masa depan e-sports dunia.”

img_title Analisis Masa Depan Esports Mobile Legends, Akankah Kompetisi MOBA Mobile Tetap Mendominasi Industri Esports Global?

Mike menjelaskan bahwa keunggulan Indonesia dibanding negara Asia Tenggara lainnya terletak pada skala populasi dan kekuatan demografis. 

“Populasi yang besar, tech-savvy, dan kecintaan luar biasa pada permainan, baik olahraga tradisional seperti sepak bola maupun e-sports, membuat Indonesia melangkah satu generasi lebih maju,” ujar Mike dalam keterangan resminya Kamis, 11 Deseber 2025.

img_title 7 HP Murah yang Layak untuk Main Mobile Legends, PUBG Mobile, hingga Free Fire Tanpa Lag, Harganya Cuma Rp2 Jutaan

Salah satu faktor utama yang menempatkan Indonesia di posisi ini adalah dominasi mobile gaming. Menurutnya, platform mobile kini menjadi medium terbesar untuk bermain gim secara global, dan Indonesia berada “di garis depan” perkembangan tersebut. 

img_title Membongkar Persaingan MWI EWC 2026, Turnamen Mobile Legends Putri Paling Bergengsi Tahun Ini

Tidak mengherankan, kata dia, jika berbagai gim mobile seperti Free Fire, Mobile Legends: Bang Bang, hingga Honor of Kings menjadi bagian penting dari ekosistem turnamen EWCF.

Mike juga menyoroti kontribusi besar organisasi e-sports Indonesia yang tergabung dalam Club Partner Program EWCF. Melalui program ini, klub-klub mendapatkan dukungan investasi untuk memperkuat roster dan menjaga daya saing. 

“Partner-partner kami di Indonesia membantu kami menjangkau komunitas yang tak bisa dicapai lewat media tradisional. Ini benar-benar kemitraan dua arah,” ujarnya.

Dengan populasi muda yang terus berkembang, Indonesia dinilai memiliki fondasi kuat untuk membentuk jalur talenta jangka panjang. EWCF berencana memperluas akses lewat berbagai sistem kualifikasi, termasuk Last Chance Qualifier bagi pemain independen. 

“Kami ingin membangun jalan seluas mungkin agar talenta Indonesia bisa hadir di panggung global,” tambahnya.

Secara regional, pasar Indonesia dinilai krusial dalam mengembangkan infrastruktur e-sports, termasuk basis penonton dan peluang sponsor. Mike menyoroti kemiripan demografis antara Indonesia dan Arab Saudi, yang menurutnya sama-sama memiliki komunitas gaming dengan antusiasme tinggi. 

“Ini adalah pasar besar dengan komunitas gaming yang sangat bersemangat. Indonesia memainkan peran signifikan dalam arah perkembangan regional,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut