Datang sebagai Juara Dunia Tahun Lalu, Jorge Martin Justru Tenggelam di Musim Penuh Cedera Bersama Aprilia

Jorge Martin crash di tes pertama MotoGP Sepang
Sumber :
  • MotoGP

VoxPop – Musim 2025 menjadi periode paling kelam dalam karier Jorge Martin di MotoGP. Juara dunia bertahan itu harus berkutat dengan cedera beruntun sejak awal musim, namun di tengah rentetan nasib buruk tersebut, Martin menegaskan satu hal: ia tak pernah larut dalam rasa iba terhadap diri sendiri.

img_title ITDC: Perputaran Ekonomi Ajang MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika Diprediksi Lampaui Rp 4,9 Triliun

Kepindahan besar Martin dari Pramac Ducati ke Aprilia yang sempat menyedot perhatian publik justru berujung mimpi buruk. Sepanjang 2025, pembalap asal Spanyol itu mengalami empat kali cedera serius dan menutup musim di posisi ke-21 klasemen akhir, jauh dari ekspektasi seorang juara dunia.

Petaka bahkan datang sebelum lampu hijau balapan pertama menyala. Martin terjatuh pada hari pertama tes pramusim dan kembali mengalami cedera saat sesi latihan. Kondisi tersebut memaksanya menunda debut bersama Aprilia hingga seri keempat di Qatar. Namun, nasib kembali tak berpihak. Kecelakaan lain membuatnya mengalami 11 patah tulang rusuk dan absen panjang dari lintasan.

img_title Regulasi Pakai Satu Motor Terancam Batal, KTM jadi Penghalang Utama?

Setelah delapan seri menepi, Martin akhirnya kembali membalap di Brno dan perlahan mulai menemukan ritme. Sayangnya, kesalahan di start sprint race Motegi kembali mengantarkannya ke rumah sakit, menambah panjang daftar cedera di musim yang penuh frustrasi.

Jorge Martin Aprilia Racing

Photo :
  • Crash.net
img_title Klasemen MotoGP 2026 Usai Marc Marcuez Menggila di Sachsenring

Masalah Martin tak berhenti di lintasan. Drama di luar sirkuit turut memperkeruh situasi, termasuk upayanya yang gagal untuk keluar dari kontrak Aprilia demi bergabung dengan tim pabrikan Honda yang tengah bangkit. Semua itu membuat upaya mempertahankan gelar juara dunia terasa nyaris mustahil.

Meski begitu, Martin menegaskan bahwa dirinya tak pernah mempertanyakan mengapa semua ini terjadi padanya. Ia menyebut situasi tersebut sebagai bagian dari perjalanan seorang pembalap.

Martin mengatakan tidak ada gunanya terjebak dalam pikiran mempertanyakan keadaan. Menurutnya, yang terpenting adalah memahami apa yang terjadi dan mengapa hal itu bisa terjadi, agar kesalahan serupa tidak terulang di masa depan. Ia memilih menutup musim dengan fokus ke depan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk musim berikutnya.

Pembalap berusia 27 tahun itu juga menekankan bahwa ia tidak ingin terus memikirkan situasi sulit yang telah dilewati. Ia memilih hadir di Valencia untuk mulai membangun setelan motor dan bersiap menyongsong musim baru.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut