Pengakuan Jujur Pelatih Usai Livin Mandiri Hajar Pemuncak Klasemen JPE, Peluang Final Four Proliga 2026 Terbuka Lebar!
- Dok. Proliga 2026
Namun, set keempat kembali menjadi milik Livin’ Mandiri. Duel berjalan ketat hingga 13-13. Dalam momen krusial, Livin’ Mandiri berhasil menjauh 18-16 dan menjaga momentum hingga set point 24-21. Smash penutup memastikan kemenangan 25-20 sekaligus mengakhiri pertandingan 3-1.
Pengakuan Pelatih
Usai laga, pelatih JPE Bullent Karsioglu menyampaikan evaluasi terbuka atas kekalahan timnya. Ia menilai faktor mental menjadi salah satu penyebab.
"Mungkin karena sudah di rangking pertama anak-anak bermain over confidence. Tapi kekalahan hari ini kita lupakan, dan kami tetap menatap pertandingan selanjutnya," ujar Bullent.
Manajer JPE, Widi Triyoso, juga tak menutup fakta bahwa timnya tampil di bawah standar.
"Mungkin kami akan evaluasi tentang kekalahan hari ini. Tapi kami tetap optimis di pertandingan-pertandingan berikutnya," kata Widi.
Di kubu pemenang, asisten pelatih Livin’ Mandiri, Wilda Siti Nurfadila, bersyukur strategi bermain lepas berjalan efektif.
"Kami dari jajaran pelatih memang menginstruksikan agar anak-anak bermain tanpa beban, dan hasilnya bisa kita lihat sendiri," ujarnya.
Ia juga mengakui masih ada pekerjaan rumah setelah timnya sempat kehilangan set ketiga.
"Setelah unggul dua kosong, anak-anak sedikit lengah dan tertekan. Itu yang perlu kami perbaiki di pertandingan selanjutnya," tambahnya.
Salah satu pemain Livin’ Mandiri, Dian Pratiwi, mengakui tekanan sempat terasa saat lawan bangkit.
"Tapi kami pelatih meminta kami bermain lepas," ujarnya.
Dian menegaskan target tim belum berubah. "Seperti yang ditargetkan masuk final four," katanya.
