Bidik 10 Besar Asia, Kevin Caesario Akbar Pulang dengan Catatan Penting dari Selangor Masters

Kevin Caesario Akbar
Sumber :
  • Kevin Caesario Akbar

VoxPop – Nama Kevin Caesario Akbar mungkin tak selalu hadir dengan sorotan berlebihan. Namun di balik raut tenangnya, pegolf asal Bogor itu menyimpan perjalanan panjang yang ditempa oleh tekanan, kegagalan, dan kesabaran.

img_title Polisi Sebut Ada 5 Orang yang Bawa Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Diduga Atas Perintah Sang Ibu

Lahir pada 24 Februari 1998, Kevin sudah akrab dengan atmosfer kompetisi sejak usia belia. Ia pernah menjadi bagian dari Tim Nasional Golf Indonesia pada periode 2013–2018. Beragam ajang besar seperti SEA Games dan Asian Games menjadi ruang pembelajaran awal yang membentuk mental bertandingnya.

Pengalaman di level internasional tersebut menjadi bekal berharga ketika Kevin mengambil keputusan besar pada 2019: beralih ke jalur profesional. Dunia golf profesional, menurutnya, bukan sekadar soal teknik pukulan, melainkan konsistensi dan ketangguhan mental menghadapi tekanan dari turnamen ke turnamen.

img_title Polisi Hubungi Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Pengakuannya Jadi Kunci Ada atau Tidak Penculikan

Pada fase awal karier profesional, Kevin sempat menunjukkan sinyal positif. Ia lolos cut di Indonesia Open, beberapa kali menembus lima besar turnamen lokal, hingga finis 10 besar dan mengamankan kartu bermain di Philippine Golf Tour serta kompetisi level Asia lainnya.

Namun, laju itu terhenti mendadak ketika pandemi Covid-19 melanda pada 2020. Kalender turnamen terhenti, rencana yang sudah disusun rapi harus diulang dari awal.

img_title Polisi Sebut Orang yang Bawa Atlet Golf Jesslyn Wijaya Ternyata Suruhan Ibunya

“Waktu itu planning sudah mulai jalan, tapi Covid datang. Jadi memang perjalanan di profesional belum bisa mulus,” ungkap Kevin.

Alih-alih tenggelam dalam kekecewaan, Kevin memilih bertahan. Ia terus berlatih, menjaga kondisi fisik dan mental, menunggu momentum kembali ke lapangan.

Kesabaran tersebut akhirnya terbayar di The Indonesia Pro-Am. Kevin tampil stabil sejak ronde awal hingga menutup turnamen dengan keunggulan lima pukulan. Total skor 10 under par memastikan gelar juara individu—titel profesional pertama dalam kariernya.

Bagi Kevin, kemenangan itu bukan semata soal angka. Lebih dari itu, ia menilai ketenangan sebagai kunci.

“Kalau memang ditakdirkan menang, pasti akan menang. Kalau tidak, sekeras apa pun usaha, hasilnya tidak akan datang,” ujarnya.

Gelar tersebut terasa istimewa karena diraih berdekatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-78. Meski begitu, Kevin menegaskan dirinya tak ingin larut dalam euforia. Ia memandang kemenangan itu sebagai pijakan, bukan tujuan akhir.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut