Mimpi Sejak Kecil Jadi Nyata, Raymond/Joaquin Tantang Tradisi Emas Ganda Putra Indonesia di All England 2026
- PBSI
Birmingham, VoxPop – Bagi banyak pebulu tangkis dunia, tampil di All England adalah pencapaian tersendiri. Bagi Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, ini lebih dari sekadar turnamen. Ini adalah mimpi masa kecil yang akhirnya benar-benar terwujud.
Turnamen bulu tangkis paling prestisius itu kembali digelar pada 3–8 Maret 2026 di Birmingham, Inggris. Di tengah sorotan terhadap para unggulan dan mantan juara, Raymond/Joaquin datang membawa ambisi besar: tidak sekadar numpang lewat. Joaquin mengaku momen ini sudah mereka kejar sejak lama.
"Perasaannya saya sendiri senang banget karena ini, kan, memang turnamen yang sudah kami kejar dari kecil. Kami pengin merasakan main di sini dan puji Tuhan sekarang kesampaian. Ini kesempatan yang sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan," ujar Joaquin dalam keterangan yang dikutip PBSI.
Raymond pun menyampaikan hal serupa. Bermain di All England, menurutnya, adalah salah satu target terbesar dalam kariernya sebagai atlet profesional.
"Pastinya sangat antusias ya di pertandingan ini. Apalagi salah satu cita-cita untuk main di All England," tambah Raymond.
Menantang Tradisi Besar Ganda Putra
Bukan rahasia lagi, sektor ganda putra Indonesia punya sejarah panjang di All England. Sejak 2017, wakil Merah Putih hampir selalu hadir di partai final. Tekanan sekaligus kebanggaan itu kini turut dipikul Raymond/Joaquin.
Raymond masih mengingat betul duel sesama pasangan Indonesia yang begitu membekas di edisi 2022.
"Kami ingat pertandingan-pertandingan ganda putra Indonesia beberapa tahun belakangan. Senior-senior kami begitu luar biasa kalau tampil di sini. Yang terseru kalau saya partai Kevin/Marcus melawan Fikri/Bagas di semifinal tahun 2022," ujarnya.
Nama-nama seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon maupun Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto memang telah menorehkan tinta emas di Birmingham. Joaquin tak menampik, capaian para senior menjadi motivasi besar bagi mereka.
"Juara All England back-to-back Koh Kevin dan Koh Marcus atau A Fajar dan Mas Rian jadi inspirasi kami untuk bisa seperti mereka juga," ucap Joaquin.
Saat ini mereka berada di panggung yang sama. Tantangannya untuk menjaga tradisi emas itu tetap hidup, sekaligus membuktikan bahwa generasi baru siap mengambil tongkat estafet.
