Akhirnya Berani Bicara! Ini Alasan Atlet Kickboxing Viona Bongkar Dugaan Kekerasan Seksual di Dunia Olahraga

Ilustrasi kekerasan seksual.
Sumber :
  • VoxPopnews/Joseph Angkasa

Jakarta, VoxPop – Keputusan atlet kickboxing nasional, Viona Amalia Adinda Putri, untuk membuka dugaan kasus kekerasan seksual yang dialaminya tidak diambil secara tiba-tiba. Di balik keberaniannya berbicara ke publik, ada proses panjang yang dilalui dengan rasa takut, malu, hingga upaya mencari perlindungan yang ia nilai tidak didapatkan.

img_title Gianni Infantino Didesak Mundur sebagai Presiden FIFA, PSSI dan Erick Thohir Resmi Nyatakan Dukungan

Viona mengungkapkan bahwa pada awalnya ia tidak langsung membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Ia terlebih dahulu menempuh jalur internal dengan melaporkan dugaan kejadian tersebut kepada federasi kickboxing.

“Saya sudah buat pengaduan bersurat ke PP KBI, lalu saya juga terus melakukan follow-up lewat WhatsApp dan telepon sampai akhirnya dibentuk tim kode etik,” ujar Viona dalam keterangan yang dikutip Kemenpora, Rabu 18 Maret 2026.

img_title Terpopuler: Justin Hubner Sindir Vietnam, Timnas Indonesia Lolos Semifinal PIala AFF 2026, Begini Kata Shin Tae-yong

Meski demikian, proses internal yang berjalan tidak memberikan penyelesaian yang diharapkan. Viona merasa perlindungan yang seharusnya ia terima sebagai atlet tidak benar-benar didapatkan.

Karena itulah, ia akhirnya memutuskan mengambil langkah lebih jauh dengan melaporkan terduga pelaku kepada pihak kepolisian. Sebelum laporan tersebut dibuat, Viona juga sempat menyampaikan pengaduan kepada KONI daerah.

img_title Media Vietnam Sindir Sikap Erick Thohir Setelah Timnas Indonesia Dipermalukan Vietnam di Piala AFF 2026

Peristiwa yang dilaporkannya disebut terjadi saat dirinya tengah menjalani masa latihan intensif. Di tengah fokusnya mempersiapkan diri sebagai atlet, Viona mengaku justru mengalami perlakuan yang tidak pantas dari sosok yang diduga sebagai pelaku.

Meski kini berani bersuara, Viona mengakui bahwa pada awalnya ia diliputi rasa malu dan tidak memiliki keberanian untuk membuka diri sebagai korban. Hal itulah yang membuatnya memilih jalur internal terlebih dahulu.

“Jujur awalnya saya malu dan tidak punya keberanian. Makanya saya hanya lapor secara internal (federasi) saja secara prosedur,” katanya.

Dalam proses pelaporan ke kepolisian, Viona bahkan mengaku menjalani semuanya sendirian tanpa didampingi kuasa hukum. Langkah itu ia ambil sebagai bentuk perjuangan untuk mempertahankan harga diri sekaligus mencari keadilan.

Di tengah proses yang masih berjalan, Viona berharap pengalamannya bisa menjadi pengingat bagi atlet perempuan lain agar tidak takut melindungi diri dan melapor jika mengalami hal serupa.

“Saya minta tolong kepada atlet perempuan untuk jaga diri masing-masing. Jangan ragu untuk melapor. Mungkin kejadian seperti ini banyak, tapi jarang yang tidak mau bicara,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut