Ni Nengah Widiasih Patahkan Mitos Masa Depan Atlet, Sukses Bangun Usaha Kuliner

Atlet para angkat berat Indonesia Ni Nengah Widiasih di ASEAN Para Games 2022
Sumber :
  • VoxPop/Fajar Sodiq

VoxPop – Di tengah stigma lama yang menyebut masa depan atlet tak selalu cerah, Ni Nengah Widiasih justru hadir sebagai bukti sebaliknya. Atlet kebanggaan Indonesia asal Bali itu menegaskan bahwa perjalanan sebagai atlet bukanlah jalan buntu, melainkan berkah yang membuka banyak pintu kehidupan.

img_title Anggaran Pelatnas Atlet Segera Cair, Erick Thohir Pastikan Persiapan Asian Games 2026 Tetap Jalan

Peraih dua medali Paralimpiade tersebut merasakan langsung perubahan besar dalam perhatian pemerintah terhadap atlet. Dukungan yang semakin nyata, termasuk bonus prestasi, membuatnya mampu melangkah lebih jauh—tak hanya di arena olahraga, tetapi juga ke dunia usaha.

Langkah berani itu diwujudkan dengan membuka rumah makan Babi Guling Balah Men Bingin di kawasan Kesiman, Denpasar, pada Februari 2026. Usaha ini bukan sekadar bisnis, melainkan perpanjangan dari akar keluarga yang kuat di dunia kuliner. Sang ayah dikenal memiliki keahlian memasak, terutama masakan khas Bali seperti babi guling.

img_title Ketum PSSI: China Ikut Berebut Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Selain itu, usaha ini juga menjadi bagian dari proses bangkit dari duka keluarga. “Keluarga saya memang jago masak, terutama bapak. Jadi kenapa tidak kita kembangkan? Sekalian supaya bapak punya kesibukan setelah ibu saya meninggal,” ujarnya.

Perjalanan membangun usaha ini tidak instan. Nengah mengaku sudah lama memiliki rencana tersebut, namun baru serius mencari lokasi sejak akhir 2024. Setelah melalui berbagai pertimbangan dan sempat menyerah, justru kesempatan datang di waktu yang tak terduga. "Saya sempat bilang tidak usah cari lagi. Kalau memang rezeki pasti datang. Ternyata di akhir 2025 dapat info tempat ini dan langsung cocok,” tuturnya.

img_title Polisi Sebut Orang yang Bawa Atlet Golf Jesslyn Wijaya Ternyata Suruhan Ibunya

Ini menjadi pengalaman pertamanya terjun ke bisnis kuliner bersama sang kakak. Ia pun menyadari bahwa dunia usaha memiliki tantangan yang berbeda dari olahraga maupun investasi properti yang pernah ia jalani. “Ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Di balik satu hidangan ada banyak proses dan orang yang terlibat,” katanya.

Sebagai atlet dengan segudang prestasi—mulai dari perunggu di Paralimpiade Rio 2016, perak di Tokyo 2020, hingga finis kelima di Paris 2024—Nengah paham betul bahwa karier atlet tidak berlangsung selamanya. Karena itu, bisnis ini menjadi bagian dari persiapan masa depan. “Atlet tidak mungkin selamanya. Ini salah satu persiapan masa pensiun saya. Setidaknya sudah punya usaha dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut