Pengakuan Tim Bulutangkis Prancis Usai Bantai Indonesia di Piala Thomas 2026

Anthony Sinisuka Ginting dan Toma Junior Popov
Sumber :
  • Dok. PBSI

VoxPop – Tim bulutangkis Prancis membuat kejutan besar di Piala Thomas 2026. Mereka menunjukkan bukan lagi tim pelengkap. Status sebagai kekuatan baru benar-benar dikukuhkan usai menumbangkan Indonesia dengan cara yang meyakinkan.

img_title Evaluasi Thomas-Uber Cup Jadi Alarm, PBSI Lantik 13 Pengprov untuk Benahi Pembinaan Bulutangkis Indonesia

Tak tanggung-tanggung, Prancis yang harus meraih empat kemenangan berhasil melakukannya atas Indonesia yang memiliki reputasi besar dengan 14 kali juara dan kekuatan merata di sektor tunggal.

Toma Junior Popov mengaku bangga dengan performa rekan-rekannya, terutama para pemain tunggal putra. “Kami sangat bangga,” ujar Toma Junior Popov. “

img_title Daftar Juara Piala Thomas dan Uber Sepanjang Sejarah

"Leo (Rossi) dan Eloi (Adam) menunjukkan itu di lapangan. Mereka mampu melakukan hal-hal luar biasa. Mereka meraih perak di Kejuaraan Eropa di Horsens. Mungkin itu alasan tim menurunkan mereka di ganda putra. Dan saya rasa kami menjalankan tugas dengan baik. Selamat untuk mereka dan semua pemain tunggal putra," sambungnya. 


Senada dengan itu, sang kakak Christo Popov mengakui kemenangan ini terasa seperti mimpi. “Kalau Anda bilang dua, tiga, atau empat tahun lalu bahwa kami bisa mengalahkan Indonesia, rasanya seperti—siapa yang bisa menang? Tapi hari ini kami benar-benar menunjukkan kemampuan kami sebagai tim.," ucap Christo

img_title China Juara Piala Thomas 2026! Gelar ke-12 Diraih Usai Tekuk Prancis

"Kami tidak hanya menang satu per satu, tapi menang sebagai tim. Bahkan yang tidak bermain pun memberi energi besar, terutama di momen krusial. Ini benar-benar pertandingan tim yang luar biasa, dan kami sangat bangga bisa menang bersama," sambungnya.

Sejak awal, laga memang berjalan tidak bersahabat bagi Indonesia. Jonatan Christie gagal menjaga momentum usai gim pertama yang ketat, sebelum akhirnya kalah 21-19, 21-14 dari Christo Popov.

Harapan sempat muncul saat Anthony Sinisuka Ginting bertarung sengit melawan Toma Popov. Namun, meski sempat unggul, Ginting harus menyerah dramatis 22-20, 15-21, 20-22.

Pukulan berikutnya datang ketika Alex Lanier tampil solid mengalahkan Alwi Farhan dua gim langsung, 21-16, 21-19. Prancis makin menjauh.
Sebenarnya peluang Indonesia belum sepenuhnya tertutup, apalagi sektor ganda putra dikenal sebagai andalan. Namun, momentum sudah telanjur berpihak ke Prancis. Duet Eloi Adam/Leo Rossi yang secara ranking jauh di bawah tampil tanpa beban.

Sebaliknya, pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani justru tertekan. Mereka kalah tipis 21-19, 21-19—hasil yang sekaligus memastikan kemenangan telak Prancis.

“Ini mungkin kemenangan paling penting untuk Prancis. Kami sangat senang, menang 4-0 atas Indonesia yang merupakan negara ikonik di bulu tangkis. Ini sangat berarti bagi kami dan menjadi tahun yang bagus untuk tim Prancis,” kata Adam.

Hasil ini jadi sinyal kuat: Prancis bukan lagi kuda hitam. Mereka kini benar-benar masuk dalam peta persaingan elite bulu tangkis dunia.

Alwi Farhan (Kanan), beserta Dikri/Daniel dan Siti Fadia Silva Ramadhanti dalam Konpers Indonesia Open 2026

Jelang Indonesia Open 2026, Alwi Farhan Jujur Belum Sepenuhnya Move On dari Thomas Cup

Alwi Farhan mengaku belum sepenuhnya move on dari kegagalan Indonesia di Thomas Cup 2026. Kini ia siap menghadapi tantangan baru di Indonesia Open 2026.

img_title
VoxPop.co.id
1 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut