Target Juni 2026, Asosiasi Polo Air Indonesia Segera Dibentuk untuk Dongkrak Prestasi

Wakil Ketua Umum 2 Akuatik Indonesia, Sarman Simanjorang
Sumber :
  • VoxPop/Surya Aditiya

VoxPop – Pembentukan Asosiasi Polo Air Indonesia ditargetkan rampung pada Juni 2026. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum II Akuatik Indonesia, Sarman Simanjorang, usai forum grup diskusi di Stadion Akuatik GBK, Jumat 1 Mei 2026. 

img_title Ketum PB Akuatik Anindya Bakrie Yakin Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi di Pentas Global

Sarman menjelaskan, pembentukan asosiasi ini dinilai mendesak mengingat Akuatik Indonesia membawahi lima cabang olahraga, yakni renang, renang indah, loncat indah, polo air, dan open water swimming. Dengan adanya asosiasi khusus, pembinaan polo air diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan terarah.

“Dengan adanya pembentukan Asosiasi Polo Air Indonesia ini, kita berharap dari sisi pembinaan dan prestasi akan lebih baik,” ujar Sarman.

img_title PB Akuatik Indonesia Buka Jalan Atlet Renang Perairan Terbuka ke Kancah Dunia

Ia menambahkan, pembentukan asosiasi akan memberikan keleluasaan dalam menyusun program, termasuk rencana pembentukan Liga Polo Air Indonesia dan kejuaraan berjenjang seperti kompetisi junior. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan sistem pembinaan berkelanjutan serta memunculkan atlet-atlet berprestasi.

Dari sisi prestasi, Sarman menyoroti capaian tim polo air Indonesia yang meraih medali emas pada SEA Games 2019 di Filipina serta medali perak pada edisi berikutnya. Menurutnya, capaian tersebut menjadi dasar optimisme untuk meningkatkan daya saing di level yang lebih tinggi.

img_title PB Akuatik Indonesia Bangga, Kejuaraan Asia di Bali Jadi Inspirasi Korea Selatan

“Harapannya bukan hanya di tingkat ASEAN, tapi juga bisa bersaing di Asia bahkan Olimpiade,” katanya.

Terkait realisasi pembentukan, Sarman menyebut pihaknya akan segera melakukan kajian menyeluruh, termasuk menyusun struktur organisasi hingga tingkat daerah. Selain itu, Akuatik Indonesia juga akan melakukan studi tiru ke PSSI untuk mempelajari pola koordinasi dan kebijakan agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

“Kita ingin tidak ada tumpang tindih, karena asosiasi ini tetap berada di bawah Akuatik Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, kajian tersebut juga akan mencakup mekanisme pemilihan ketua umum, apakah melalui musyawarah nasional, kongres, atau penunjukan langsung. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi dasar pembentukan organisasi dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Sarman menilai fasilitas polo air di tingkat nasional sudah memadai, namun masih terdapat tantangan di daerah. Ia berharap pembentukan asosiasi dapat mendorong munculnya klub-klub baru serta memacu pemerintah daerah untuk meningkatkan sarana dan prasarana.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut