Bali Jadi Sorotan Dunia usai Sukses Gelar Red Bull Cliff Diving 2026 di Nusa Penida
- Dok. Red Bull Cliff Diving World Series
Pada lompatan terakhir dengan tingkat kesulitan 5,9, atlet 24 tahun itu memastikan kemenangan telak dengan total 141,6 poin, unggul hingga 40 poin dari pesaing terdekatnya.
“Saya pikir, ini soal mendorong batas maksimal sejauh mungkin dan melewatinya. Ini soal melakukan hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya, dan itu juga alasannya saya sangat senang melakukan ini,” ujar Heslop.
Ia mengaku emosinya pecah setelah memastikan kemenangan di Bali.
“Saya melakukan loncatan terakhir itu dan merasakan kebahagiaan dan rasa lega dalam waktu yang sama. Saya bahkan sempat menitikkan air mata saat diangkat dari air dengan jet ski, karena momen ini sungguh bermakna bagi saya. Rasa tegang benar-benar menjalari tubuh saya sepanjang pekan, apalagi loncatan terakhir yang tidak mudah itu. Saya betul-betul kehabisan kata-kata untuk menggambarkan betapa bahagianya saya,” katanya.
Di kategori putri, dominasi kembali diperlihatkan atlet Australia, Rhiannan Iffland. Juara bertahan sembilan musim beruntun itu membuka musim 2026 dengan kemenangan usai mengoleksi total 345,55 poin di Bali.
Di balik aksi ekstrem para atlet, terdapat sistem pengamanan ketat yang melibatkan TNI Angkatan Laut. Mengingat para atlet harus melompat dari ketinggian 27 meter untuk pria dan 21 meter untuk wanita langsung ke laut lepas, standar keselamatan menjadi perhatian utama.
TNI AL menerjunkan rescue diver, pasukan Kopaska, hingga armada khusus untuk memastikan keamanan selama kompetisi berlangsung.
“Ada 1 KRI Surabaya, 2 helikopter, dan juga pasukan Kopaska (Komando Pasukan Katak) dan tim penyelam yang melaksanakan pengamanan, termasuk dari Lanal Denpasar Bali ikut terlibat. Apabila terjadi sesuatu, helikopter stand by langsung melakukan evakuasi medis. Namun, alhamdulilah tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Ia menegaskan keterlibatan TNI AL menjadi bukti kesiapan Indonesia menjadi pusat sport tourism maritim kelas dunia.
“Harapannya, agenda ini bisa membangkitkan sports tourism tanah air dan atlet-atlet Indonesia juga dapat ikut bergabung dalam pelaksanaan olahraga ekstrem seperti ini ke depan,” lanjutnya.
Ajang ini juga memperlihatkan wajah baru pariwisata Bali yang mulai bergerak ke arah sport tourism premium. Unsur budaya lokal turut menjadi bagian penting dari penyelenggaraan kompetisi, mulai dari ritual matur piuning sebelum atlet melompat hingga desain platform “Tri Loka” karya seniman lokal yang terinspirasi Garuda Wisnu, Bedawang Nala, dan Naga.
