Akhirnya Comeback ke V-League, Megawati Hangestri Ungkap Perjuangan dan Rahasia Cepat Beradaptasi di Korea

Megawati Hangestri saat masih berseragam Red Sparks.
Sumber :
  • Instagram @red__sparks

Dengan dukungan penuh dari keluarga, Megawati akhirnya memutuskan mengikuti Asia Draft. Namun saat itu, ia tidak terlalu percaya diri bisa terpilih karena persaingan yang sangat ketat.

img_title Sudah Turun ke Lapangan hingga Pakai Jersi Hillstate, Megawati Hangestri Kok Batal Main? Ini Sebabnya

"Sepertinya gagal, karena saingannya banyak dari negara-negara lain, apalagi Thailand mungkin terkenal volinya di AVC atau di Asia, selain Korea," terangnya.

"Indonesia bagus, cuma pengalamannya kan kurang menurut aku daripada Thailand. Jadinya pesimis kayaknya gak bisa nih, ternyata namaku ada," ucapnya antusias.

img_title Apa Kabar Giovanna Milana? Sahabat Megawati Hangestri Sewaktu di Red Sparks

Megawati juga membagikan pengalamannya mengenai perbedaan antara Liga Voli Korea dan kompetisi di kawasan Asia Tenggara.

"Menurutku perbedaannya nggak, karena kita masih di lingkup Asia. Mungkin dengan cara latihannya lebih padat sama waktunya, lebih padat porsinya, lebih banyak," jelasnya.

img_title Tanpa Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Dibungkam Wakil China di Jeju Super Match 2026

"Jadi pas awal aku di sini kaget, wah berat banget ya (latihannya), menurut aku berat tapi lama kelamaan udah terbiasa," ujarnya.

Meski intensitas latihan jauh lebih tinggi, Mega menilai atmosfer pertandingan tidak terlalu berbeda. Antusiasme suporter dalam mendukung tim kesayangan tetap terasa besar, sama seperti yang ia rasakan di negara lain.

Selain itu, Megawati juga mengungkap rahasia yang membuat dirinya mampu beradaptasi dengan cepat selama tinggal di Korea Selatan.

"Sebenarnya nggak ada cara yang sangat signifikan sih menurut aku, karena aku orangnya suka ngobrol, orangnya santai. Jadi mungkin dari situ jadi kebiasaan enjoy dalam keseharian aku," imbuhnya.

"Aku tipenya, aku ngajak ngobrol mereka (pemain lain) jadi akrabnya lebih cepat, dan aku lebih bisa beradaptasi dengan cepat di Korea," jelasnya.

Ketika ditanya mengenai masa paling berat selama berkarier di Korea Selatan, Mega menyebut periode pramusim sebagai fase yang paling menguras tenaga.

"Latihan sebelum V-League dimulai, yang bulan Oktober, atau bulan Juli, Agustus, September. Yang itu menurut aku hari-hari yang sangat berat setiap harinya," tuturnya.

Untuk mengatasi kelelahan tersebut, Mega memilih memanfaatkan waktu libur dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan.

"Cara untuk mengatasinya, kalau dapat free day atau lagi off latihannya, sebisa mungkin jalan-jalan biar me-refreshing otaknya," kata Mega.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut