Wakil Merah Putih Punya 2 Senjata di Final! Jonatan Christie dan Raymond/Joaquin Siap Berburu Gelar Indonesia Open 2026
- Dok. PBSI
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa spesialnya pencapaian kali ini. Selama bertahun-tahun tampil di hadapan publik sendiri, Jonatan selalu gagal mencapai partai puncak Indonesia Open. Kini, penantian panjang itu akhirnya berakhir.
Di laga final, Jonatan akan menghadapi kejutan turnamen asal Kanada, Victor Lai. Victor lebih dahulu mengamankan tempat di final setelah menumbangkan wakil Chinese Taipei, Chou Tien Chen, melalui pertarungan ketat tiga gim dengan skor 21-19, 19-21, dan 21-19.
Menariknya, Jonatan dan Victor belum pernah saling berhadapan sebelumnya. Final nanti akan menjadi pertemuan perdana bagi kedua pemain.
Meski demikian, Jonatan menilai Victor sebagai salah satu generasi muda yang patut diwaspadai. Menurutnya, pemain muda memiliki kecepatan, daya juang, serta stamina yang sangat baik, sesuatu yang sudah dirasakannya sepanjang turnamen saat menghadapi sejumlah lawan muda.
Raymond/Joaquin juga Amankan Tiket Final
Raymond/Joaquin Amankan Tiket Final Indonesia Open 2026
- Dok. PBSI
Selain Jonatan, Indonesia juga memiliki harapan besar dari sektor ganda putra melalui pasangan Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. Pasangan muda tersebut sukses melangkah ke final setelah menundukkan senior mereka, Sabar Karyaman Gutama dan M. Reza Pahlevi Isfahani, dalam duel sesama wakil Indonesia.
Raymond/Joaquin tampil meyakinkan dan menang dua gim langsung dengan skor 21-15 dan 21-18. Sejak awal pertandingan, Raymond/Joaquin langsung menunjukkan permainan agresif. Mereka unggul jauh pada gim pertama dan berhasil menjaga keunggulan hingga mengamankan set pembuka.
Sabar/Reza sempat memberikan perlawanan lebih sengit di gim kedua. Bahkan mereka sempat unggul pada fase awal pertandingan. Namun, kecepatan permainan dan serangan tanpa banyak mengangkat bola yang menjadi ciri khas Raymond/Joaquin kembali menjadi pembeda.
Kedudukan sempat imbang 16-16 sebelum pasangan muda tersebut akhirnya mampu menjauh dan memastikan kemenangan.
Joaquin mengakui pertandingan berjalan sangat sulit karena menghadapi pasangan yang memiliki pengalaman serta kualitas kelas dunia. Namun, ia terus meyakinkan dirinya untuk memanfaatkan kesempatan besar yang belum tentu datang dua kali. Kemenangan tersebut semakin mempertegas dominasi Raymond/Joaquin atas Sabar/Reza. Kini mereka unggul 2-1 dalam rekor pertemuan.
