Selamat Jalan Legenda! Pertarungan Terakhir Oleksandr Usyk Terungkap
- REUTERS/Amr Abdallah
VoxPop – Kejutan datang dari raja tinju kelas berat dunia, Oleksandr Usyk. Petinju asal Ukraina itu mengubah total rencana laga terakhir dalam kariernya dan kini mengincar pertarungan super melawan mantan juara dunia WBC, Deontay Wilder.
Sebelumnya, Usyk sempat mengumumkan melepas sabuk juara kelas berat WBA, WBC, dan IBF. Langkah itu dilakukan demi menjalani satu pertarungan terakhir yang ia sebut sebagai "last dance" sebelum pensiun dari dunia tinju.
Awalnya, lawan yang diproyeksikan menghadapi Usyk adalah juara interim WBC, Agit Kabayel. Namun, rencana tersebut batal. Kini fokus Usyk beralih kepada Wilder, sosok yang selama ini belum pernah ia hadapi di atas ring.
Direktur tim Usyk, Sergey Lapin, memastikan nama Wilder memang menjadi pilihan utama sang juara dunia.
"Usyk sudah mengatakan bahwa Deontay Wilder adalah lawan yang ia inginkan untuk laga terakhirnya. Ini adalah pertarungan yang memiliki nilai besar, baik dari sisi olahraga, media, maupun skala internasional," ujar Lapin kepada BBC Sport.
Jika duel ini benar-benar terwujud, laga tersebut akan menjadi salah satu pertarungan paling dinanti dalam sejarah kelas berat modern. Pasalnya, sepanjang karier profesionalnya yang belum pernah ternoda dalam 25 pertarungan, Usyk belum pernah sekalipun bertemu dengan pemilik julukan The Bronze Bomber itu.
Di sisi lain, Wilder juga bukan nama sembarangan. Petinju Amerika Serikat itu pernah menjadi juara dunia kelas berat dan dikenal sebagai salah satu pemukul paling mematikan dalam sejarah divisi heavyweight.
Dari 50 pertarungan profesionalnya, Wilder sukses meraih 45 kemenangan. Terakhir, petinju berusia 40 tahun itu mengalahkan Derek Chisora lewat kemenangan angka terbelah pada April lalu.
Manajer Wilder, Shelly Finkel, bahkan memastikan kliennya tidak akan menolak apabila tawaran duel melawan Usyk benar-benar datang.
"Kalau Deontay ditawari melawan Usyk, dia pasti akan menerimanya," kata Finkel.
Menariknya, pertarungan akbar tersebut berpotensi dipromotori oleh Zuffa Boxing, perusahaan tinju yang berada di bawah naungan bos UFC, Dana White.
Lapin mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Zuffa Boxing sudah berjalan cukup intens, meski belum ada kesepakatan resmi yang diteken.
