Max Verstappen Buka Suara soal Masa Depan, Tegas Tak Akan Bawa Timnya ke F1

Max Verstappen
Sumber :
  • Reuters/Sam Navarro-Imagn Images

VoxPop - Max Verstappen mulai membuka gambaran mengenai rencana jangka panjangnya di dunia balap setelah tidak lagi aktif sebagai pembalap Formula 1.

img_title Belasan Tahun Terbaring Koma, Begini Kabar Terbaru Legenda F1 Michael Schumacher

Pembalap asal Belanda itu saat ini masih menjadi salah satu bintang utama F1 bersama Red Bull Racing. Namun, di tengah perjalanan kariernya, Verstappen juga mulai serius mengembangkan tim balap miliknya, Verstappen Racing.

Verstappen Racing dibentuk pada 2022 dan sejauh ini lebih banyak diarahkan ke ajang GT3 serta balap ketahanan.

img_title George Russell Tak Terbendung! Verstappen Dipaksa Mengalah, Cadillac Hancur Lebur di F1 Austria 2026

Salah satu kiprah terbesar tim tersebut terjadi pada 24 Hours of Nurburgring pada Mei lalu. Verstappen turun langsung bersama Dani Juncadella, Jules Gounon, dan Lucas Auer.

Mereka sempat memimpin sebagian besar jalannya balapan sebelum masalah driveshaft membuat peluang meraih kemenangan sirna ketika lomba menyisakan sekitar empat jam.

img_title Terpopuler: Mobil Baru vs Bekas Rp150 Juta, Model yang Sulit Turun Harga, dan Rahasia Tunggangan Kimi Antonelli

Meski demikian, pengalaman tersebut semakin mempertegas ambisi Verstappen untuk membawa Verstappen Racing berkembang menjadi tim kompetitif dalam berbagai kategori balap.

Verstappen bahkan menargetkan timnya mampu bersaing memperebutkan kemenangan secara konsisten dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.

"Verstappen Racing tidak akan ikut balapan hanya karena kami senang melakukannya. Kami ingin berada di posisi terdepan, memenangkan balapan, dan setidaknya secara konsisten bersaing di barisan depan. Tidak lebih, tidak kurang.

"Memperluas tim balap ini tentu menjadi tujuan. Secara khusus ke balap ketahanan, bukan ke Formula 1 atau yang lainnya," lanjut Verstappen seperti dikutip Formule 1 Magazine.

Verstappen Tegaskan Tak Tertarik Masuk F1

Meski memiliki nama besar dan pengalaman panjang di Formula 1, Verstappen ternyata tidak memiliki rencana membawa Verstappen Racing ke grid F1.

Pembalap berusia 28 tahun itu menilai masuk ke Formula 1 akan membutuhkan komitmen yang sangat besar. Bahkan, kesibukan tersebut berpotensi membuatnya kembali menjalani kalender balap yang padat seperti saat masih menjadi pembalap aktif.

"Tidak... itu terlalu berat," kata Verstappen.

"Kalau begitu, saya masih harus bepergian untuk 24 balapan dalam setahun atau sangat sibuk dengan tim balap saya sendiri."

Verstappen memahami bahwa secara teori dirinya bisa saja menunjuk orang lain untuk menjalankan operasional tim apabila Verstappen Racing suatu hari masuk F1.

Namun, opsi tersebut juga tidak sepenuhnya cocok dengan karakter dirinya sebagai pemilik tim. Ia mengaku ingin mengetahui secara langsung perkembangan tim dan tidak ingin hanya menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada orang lain.

"Saya pikir jika Anda benar-benar pemilik tim yang berdedikasi dan ingin memastikan semuanya berjalan dengan baik, Anda harus terus mengawasi semuanya dan hadir secara langsung," ujarnya.

"Tentu saja, Anda juga membutuhkan orang-orang yang bisa menjalankan operasional tim sehari-hari dengan baik. Tetapi saya bukan tipe orang yang bisa bersantai di pantai selama lima balapan tanpa mengetahui apa yang terjadi dengan tim saya.

"Itu justru akan membuat saya terlalu stres, dan saya tidak menginginkan hal tersebut," tuturnya.

Verstappen Pilih Balap Ketahanan

Pernyataan tersebut sekaligus memperjelas arah yang ingin ditempuh Verstappen setelah kariernya di Formula 1 berakhir.

Alih-alih membangun tim untuk masuk ke F1, Verstappen lebih tertarik mengembangkan Verstappen Racing di ajang GT dan balap ketahanan.

Pilihan itu sejalan dengan ketertarikannya terhadap berbagai jenis balapan di luar Formula 1. Ia ingin Verstappen Racing tidak sekadar menjadi proyek sampingan, tetapi berkembang menjadi tim yang mampu bersaing di papan atas.

Saat ini Verstappen masih memburu gelar juara dunia kelima bersama Red Bull. Namun, performanya pada musim 2026 belum sesuai harapan.

Ia berada di posisi keenam klasemen dengan 109 poin dan baru mengoleksi empat podium tanpa satu pun kemenangan.

Terlepas dari situasi tersebut, Verstappen sudah memiliki gambaran mengenai kehidupan setelah Formula 1. Balap GT dan endurance menjadi salah satu tujuan utamanya, sementara Verstappen Racing diproyeksikan menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.

Rio Haryanto

Apa Kabar Rio Haryanto? Pebalap Indonesia Pertama di F1 yang Kini Jadi Pengusaha Kaya

Pernah menjadi orang Indonesia pertama dalam balapan F1, pebalap Rio Haryanto kini beralih profesi dari atlet menjadi seorang pengusaha yang mengelola bisnis.

img_title
VoxPop.co.id
13 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut