Tim Kaya di YCR 2019, Sewa Cewek Cantik dan Keluar Duit Miliaran

Umbrella girl milik tim Yamaha Yamalube Suhandi 88 Racing Team
Sumber :
  • VoxPop / Satria Permana

VoxPop – Masih membalap di lingkup nasional, Yamaha Yamalube Suhandi 88 Racing Team ternyata sudah memiliki pengelolaan tim yang mumpuni. Mereka layaknya tim balap profesional yang berkelas internasional.

img_title MotoGP Mau Pangkas Motor Jadi Satu per Pembalap, Strategi Balapan Bisa Berubah Total!

Dari perlengkapan yang dibawa ke Sirkuit Pancing, Medan, saja sudah terlihat bagaimana kekuatan finansial mereka. Suhandi Angryawan, selaku pemilik Suhandi 88, menyatakan memang ingin membangun sebuah tim balap yang tak sembarangan.

Suhandi sadar, dunia balap bisa menjadi pekerjaan yang menjanjikan untuk sebagian kalangan.

img_title Yamaha Bakal Gaspol di Musim Balap 2026

"Jadi, bukan cuma susun soal gaji dan kebutuhan membalap saja. Saya juga harus pikirkan bagaimana pengembangan peralatan, teknologi, kan setiap tahun ada perkembangan," ujar Suhandi kepada VoxPop, Minggu 30 Juni 2019.

"Pun, saya pikirkan jaminan seperti asuransi, dan tunjangan lainnya. Saya tak cuma perhatikan pembalap, mekanik dan elemen lainnya juga sama. Mereka mendapat layanan sama," lanjutnya.

img_title Ramadhipa Juara ETC Catalunya 2025, Moreno Soeprapto Sebut Era Baru Prestasi Dimulai

Suhandi mengakui olahraga balap terbilang mahal. Uang ratusan juta, dijelaskan Suhandi, tak cukup untuk menghidupi sebuah tim dalam satu tahun. Maka dari itu, banyak tim lokal yang gulung tikar dengan cepat.

Kekuatan finansial memang jadi masalah utama di dunia balap Indonesia. Maka dari itu, menurut Suhandi, perlu ada perhitungan finansial yang cermat agar anggaran tak membengkak.

"Naik dan turun. Banyak tim yang kewalahan. Sponsor tak didapat, tapi uang cepat keluarnya. Makanya, saya tak mau sembarangan. Harus matang. Saya ini mantan pembalap, 33 tahun memacu mobil di sirkuit. Untuk tim yang saya kelola saja, harus keluar uang setidaknya Rp1,8 miliar,” tuturnya.

“Jadi, balapan sudah jiwa saya. Saya harus cermat. Oke, ada mekanik yang dirayu dapat gaji besar di tim lain. Tapi, apakah tim itu bisa bertahan dua hingga tiga bulan? Tidak juga. Saya kasih sekian ke mekanik dan pembalap, tapi ada jaminan kelangsungan," ujar Suhandi.

Potret profesionalisme Suhandi 88 Racing Team sebenarnya bisa dilihat dari paddock mereka. Peralatan yang dimiliki begitu mumpuni.

Peserta Yamaha Cup Race 2019, Yamaha Yamalube Suhandi 88 Racing Team

Ditambah, mereka mengambil terobosan yang jarang ditempuh tim balap motor Indonesia, menyewa umbrella girl secara mandiri. Ya, umumnya, di event balap motor Indonesia, tim-tim mengandalkan umbrella girl yang disediakan oleh panitia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut