Pelarangan Sayap Motor Buat Honda dan Ducati Perang

Pembalap Repsol-Honda, Marc Marquez.
Sumber :
  • Crash.net

VoxPop.co.id – Polemik penggunaan winglet atau sayap tambahan di badan motor pada MotoGP memang sudah berakhir setelah Dorna memutuskan untuk melarang penggunaannya pada MotoGP musim 2017. Namun, ternyata persoalan tersebut masih berlanjut antara Honda dan Ducati.

img_title Regulasi Pakai Satu Motor Terancam Batal, KTM jadi Penghalang Utama?

Ducati memang menjadi pencetus teknologi sayap tambahan pada motor sejak 2015. Namun, sejak insiden antara Marc Marquez di MotoGP Argentina, penggunaan sayap pada motor mulai dipertanyakan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala teknis Ducati, Gigi Dall'Igna, menuding Honda sengaja melakukan hal tersebut untuk mengurangi daya saing Ducati. Sebab, musim ini, motor pabrikan Italia itu sudah mulai mampu menyaingi performa Honda.

img_title Klasemen MotoGP 2026 Usai Marc Marcuez Menggila di Sachsenring

Namun, wakil presiden Honda Racing Corporation, Shuhei Nakamoto, menolak anggapan tersebut. Dia malah menyerang balik Dall'Igna dengan menyebut Ducati menolak untuk bekerja sama dengan pabrikan lain agar bisa menemukan solusi terbaik tentang masalah ini.

"Kesan tentang pelarangan sayap akibat Honda menentang hal tersebut sangat tidak benar. Tidak adanya sayap motor pada musim 2017 dikarenakan Ducati sendiri," ujar Nakamoto seperti dilansir Motorsport.

img_title Jadi Pebalap Indonesia Pertama yang Mentas di MotoGP, Begini Kabar Terbaru Doni Tata Pradita

"Mereka menyebut Honda berada dibalik pelarangan ini, dan kami sebagai yang terdepan untuk melarang penggunaan sayap. Semua itu tidak benar," jelasnya.

Jadwal MotoGP 2026

ITDC: Perputaran Ekonomi Ajang MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika Diprediksi Lampaui Rp 4,9 Triliun

Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka meyakini, ajang MotoGP Indonesia 2026 bakal menghasilkan perputaran ekonomi yang lebih besar dari penyelenggaraan tahun 2025.

img_title
VoxPop.co.id
17 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut