Sean Gelael Merasa Tertantang Tiap Mengaspal di Baku

Pembalap tim Pertamina Arden, Sean Gelael
Sumber :
  • Dokumentasi Tim Jagonya Ayam

VoxPop.co.id – Karakteristik Sirkuit Baku City yang rumit menjadi tantangan berat untuk semua tim. Tim mekanik dipaksa bekerja keras untuk mencari setelan mobil yang pas untuk pembalap. Kombinasi antara lintasan lurus yang panjang dan beberapa tikungan dengan lintasan sempit, adalah tantangan yang harus bisa ditaklukkan pembalap.

img_title Harga NFT Video Kecelakaan Bamsoet Benar-benar Bikin Terkejut

Tak hanya untuk balapan Formula 1, situasi ini juga berlaku untuk balapan F2 yang akan digelar hampir bersamaan pada hari Sabtu dan Minggu pekan ini. Setelan mobil menjadi salah satu kunci kemenangan tim, selain keandalan pembalap dan kondisi balapan.

Panjang lintasan Sirkuit Baku City mencapai 6,006 kilometer dengan 20 tikungan, dan terdapat lintasan lurus sepanjang 2,2 kilometer. Lintasan ini selebar 13 meter, tetapi di antara tikungan tujuh dan delapan, lintasan menyempit menjadi 7,6 meter. Di titik inilah tantangan tersulit bagi pembalap. Sebagian besar tim akan memakai setelan mobil low downforce. Ini menarik. Pertarungan tidak hanya milik pembalap, tetapi juga para mekanik. ”

img_title Intip Bisnis Jerome Polin, YouTuber yang Ditegur Sean Gelael

“Sirkuit Baku tricky bagi semua pembalap karena biasanya lintasan baru yang jarang dipakai balapan masih licin,” kata pembalap Indonesia, Sean Gelael, yang akan membawa bendera tim Pertamina Arden yang didukung tim Jagonya Ayam KFC Indonesia.

Pada balapan kali ini Sean akan didampingi oleh engineer baru Manuel Aboy sebagai bagian dari penyegaran di tubuh tim Pertamina Arden. Menurut Aboy, amat penting menyiapkan mobil yang andal sehingga Sean bisa fokus untuk tampil dengan optimal.

img_title Fakta Cuitan Jerome Polin di Twitter yang Membuat Sean Gelael Bereaksi

Musim lalu, Sean mendapat hasil positif pada balapan pertama (Feature). Meski memulai balapan dari posisi ke-20, Sean bisa finis di urutan ketujuh sekaligus meraih poin pertamanya di ajang yang sebelumnya bernama GP2. Sayang, pada balapan kedua (Sprint) Sean tak bisa melanjutkan balapan karena mobilnya ditabrak pembalap lain.

Selain Sean, Tim Pertamina Arden juga mengandalkan Norman Nato. Pembalap asal Prancis ini juga bertekad mengambil poin lagi setelah dua kegagalan beruntun di Barcelona dan Monaco. Sean dan Nato sudah mempelajari karakter sirkuit dan mereka sudah membuat persiapan yang matang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut