Kisah Pria Muslim dan Kristen RI Gemparkan Dunia di Tengah Isu SARA

BWF World Championships 2019.
Sumber :
  • IG Ahsan

VoxPop – Lagu Indonesia Raya berkumandang di St. Jakobshalle di Basel, Switzerland. Sang saka Merah Putih terpampang paling tinggi di antara bendera negara lainnya.

img_title Resmi Tutup Kejuaraan Badminton Kapolri Cup 2026, Kapolri Komitmen Dukung Prestasi Atlet Nasional

Ya, Minggu malam 25 Agustus 2019, dua pria Indonesia membuat gempar dunia. Mereka baru saja berjaya menjadi juara dunia.

Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, itulah dua sekawan yang telah mengharumkan nama bangsa ajang kasta tertinggi bulutangkis dunia.

img_title Atlet Muda Indonesia Dominasi Turnamen Bulu Tangkis Asia Tenggara

Kemenangan Ahsan/Hendra di final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 ini tak diraih dengan cara mudah. Mereka harus berjibaku selama 64 menit untuk bisa naik ke podium juara.

Keringat bercucuran dari tubuh mereka, tenaga mereka terkuras habis. Tapi semua itu akhirnya terbalaskan dengan linangan air mata bahagia.

img_title Jonatan Christie Dua Kali Tumbang dari Wakil kanada Victor Lai, Jojo Ungkap Masalah yang Bikin Sulit Menang

BWF World Championships 2019.

Tahta juara dunia ganda putra yang diraih Ahsan/Hendra bukanlah untuk mereka semata. Melainkan untuk semua rakyat Indonesia.

Tapi sadarkah kita, bahwa gelar terbaik dunia yang mereka persembahkan untuk bangsa ini diraih dengan sebuah kalimat sakti mandraguna, yakni Persatuan Indonesia.

Tahukah Anda, Ahsan merupakan seorang pria Muslim kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, sedangkan Hendra orang Jawa keturunan Tionghoa beragama Kristen yang terlahir di Pemalang.

Namun, lihatlah. Mereka mampu menyatukan perbedaan itu menjadi sebuah kekuatan besar yang menggemparkan dunia. Mereka mampu menghancurkan isu SARA yang kini sedang melanda Indonesia dengan prestasi yang luar biasa dari luar sana.

BWF World Championships 2019.

Jika dilihat dari usia, mereka bukan pemain muda belia yang memiliki banyak tenaga untuk berjaya di pentas bulutangkis dunia sebesar itu. Hanya saja dengan persatuan akhirnya mereka bisa menghancurkan ganda-ganda muda dunia.

Ketika berlaga, mereka saling membantu, saling dukung dan saling menjaga. Bersalaman dan berpelukan itu menjadi ritual yang rutin mereka lakukan.

Di dada mereka pun terpatri bendera yang sama, bendera Indonesia. Ketika juara pun mereka mengibarkan bendera yang sama, merah putih. Lagu kebangsaan yang mereka nyanyikan pun sama, Indonesia Raya.

Bukan kali ini saja Ahsan dan Hendra memberikan gelar juara dunia kepada negara kita. Sudah tiga medali emas yang mereka bawa pulang ke tanah air.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut