Shesar Bentrok Vs Penghancur Ginting di Final Tragis dan Kontroversi
- BWF
Nah, di game ketiga alias game penentu, di awal-awal game kondisi juga normal saja. Malahan pertarungan sengit apalagi ketika Anthony yang sempat tertinggal poin jauh 13-17, tiba-tiba di detik akhir game berhasil menyamakan angka 18-18 dan malah berbalik unggul 19-18.
Duel semakin tegang ketika poin kembali sama kuat 19-19. Hanya saja Anthony mendapatkan peluang untuk memenangkan duel itu setelah unggul 20-19. Namun sayang, Lee bisa menggagalkannya dengan kembali menyamakan angka jadi 20-20.
Tak cuma itu, Lee berbalik membuka peluang setelah berbalik unggul 20-21. Nah di sinilah kontroversi terjadi.
![]()
Kontroversi itu terjadi benar-benar di detik-detik terakhir pertarungan. Yakni di menit 77. Dan terjadi di poin terakhir yang didapatkan Lee untuk menyudahi perlawanan Anthony Ginting dan merebut gelar juara.
Jadi, 1 poin kemenangan Lee untuk menyudahi perlawanan Anthony dengan angka 20-22 didapatkan setelah wasit menyatakan Anthony telah melakukan pelanggaran alias fault.
Wasit menilai, Anthony memukul bola yang masih di area permainan Lee. Anthony sempat memprotes keputusan wasit itu. Sayang tak digubris. Bahkan Anthony sempat enggan bersalaman dengan Lee, sampai akhirnya Lee sendiri yang menghampiri Anthony.
Atas dasar kisah kontroversi di atas ini, maka Shesar dipastikan akan tampil menggebu untuk bisa menghancurkan Lee di Malaysia Masters 2020. Peluang Shesar untuk menang cukup besar kok, apalagi di atas kertas posisi ranking Shesar lebih baik dari Lee. Juara Russian Open 2019 ini kini bercokol di ranking 20 dunia.
Baca: Kisah Tertragis Ahsan/Hendra dan Jonatan Christie yang Kejutkan Dunia
