Kisah Kejayaan China dan Tragedi Bulutangkis RI di Malaysia Masters
- BWF
Di saat China berjaya, tragedi menerpa bulutangkis RI di semifinal Malaysia Masters 2020 ini. 4 ganda RI yang bertanding di fase ini semuanya mengalami kekalahan.
Kekalahan pamungkas diterima RI dari sektor ganda putra, satu-satunya wakil tersisa yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto ditumbangkan ganda anyar Korea Selatan, Kim Gi Jung/Lee Yong Dae. Meski cuma bermodal ranking 26 dunia, Kim/Lee dengan mudahnya melumat Fajar/Rian dan merebut 1 tiket terakhir ke final.
![]()
Kekalahan ini sangat menyakitkan bagi Indonesia, sebab Fajar/Rian merupakan wakil RI terakhir yang tersisa setelah 3 ganda lainnya mengalami kekalahan di semifinal. Dengan hasil ini Indonesia dipastikan hancur leburdan pulang tanpa gelar juara.
Tak hanya itu saja, kekalahan ini juga membuat Ri kehilangan tahta juara ganda putra yang telah selama 4 tahun beruntun dikuasai.
Kevin/Marcus menyumbang 2 gelar juara dari Malaysia Masters 2016 dan 2019, Fajar/Rian membawa pulang gelar juara Malaysia Masters 2018 dan Berry Angriawan/Hardianto mempersembahkan gelar juara Malaysia Masters 2017.
Tak cuma Indonesia yang dibuat merana di turnamen ini, sang tuan rumah juga sama. Satu-satunya wakil Malaysia yang tersisa malah tumbang dihabisi raja bulutangkis dunia, Kento Momota. Dia adalah Lee Zii Jia. Tunggal putra andalan jiran itu tersungkur dalam duel sengit selama 43 menit.
Yang paling menarik, hanya ada satu wakil Eropa di final nanti. Ya, sang raja superseries Viktor Axelsen lolos ke final setelah menamatkan karier Ng Ka Long Angus di Malaysia Masters 2020.
Baca: Raja Bulutangkis Dunia Kubur Hasrat Jiran Berjaya di Malaysia Masters
