Teori Mata Duitan F1 di Tengah Ganasnya Wabah Virus Corona COVID-19

Valentino Rossi (kiri) dan Lewis Hamilton
Sumber :
  • Instagram/@lewishamilton

VoxPop – Balapan Formula 1 Grand Prix Australia secara mengejutkan tetap digelar di tengah serangan wabah virus corona COVID-19. Keputusan FIA nekat menggelar balapan tentunya mendapat beragam respons dari sejumlah kalangan.

img_title Bursa Transfer F1 2027 Mulai Panas Sejak Sekarang, Hanya Segelintir Kursi Aman, Verstappen dan Hamilton Jadi Kunci

Juara bertahan sekaligus jagoan Mercedes, Lewis Hamilton, merasa begitu kaget dengan keputusan FIA. Sebab, menurut Hamilton, seharusnya F1 ditunda karena berbagai event olahraga sudah dibekukan karena alasan penyebaran virus corona.

"Saya sangat kaget ketika tahu, kami ada di sini. Bagus sebenarnya saat tahu balapan tetap digelar. Tapi, bagi saya, ini keputusan mengejutkan," kata Hamilton dilansir Crash.

img_title Usai Jadi Juara Dunia F1 2025, Lando Norris Akui Kesalahan Terbesar soal Komentarnya ke Lewis Hamilton

Menurut Hamilton, sudah seharusnya F1 meniru beberapa kompetisi macam NBA, Serie A, dan lainnya, yang menunda kompetisi. Elemen-elemen itu terpaksa menunda kompetisi lantaran ada beberapa atlet dan ofisial yang positif terkena virus corona.

Sedangkan, di F1, ada lima anggota paddock yang sedang dalam masa karantina. Empat berasal dari tim Haas, satu lainnya merupakan anggota McLaren.

img_title Curhat Menyedihkan Lewis Hamilton di Ferrari

"Uang adalah rajanya. Reaksi dari F1 terlambat. NBA sudah bereaksi, tapi F1 terus jalan," ujar Hamilton.

Pembalap Italia Andrea Kimi Antonelli dari tim Mercedes AMG Petronas F1

Dominasi Russell dan Kimi Antonelli di Awal Musim, Mercedes Waspadai Kebangkitan Rival di F1 GP Jepang

Tim Mercedes mengawali era regulasi baru Formula 1 musim 2026 dengan performa yang sangat dominan. Namun, Kepala Tim Mercedes, Toto Wolff, menegaskan kepada seluruh kru

img_title
VoxPop.co.id
26 Maret 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut