Corona Makin Mengganas, Curhat Si Cantik Melati Bikin Terharu
- Instagram: Melati Daeva Oktavianti
VoxPop – Baru-baru ini, nama ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menjadi buah bibir masyarakat di Tanah Air. Mereka mengharumkan nama bangsa Indonesia di tengah mewabahnya Virus Corona.
Ya, Praveen/Melati sukses menyabet gelar BWF World Tour Super 1000, All England Open 2020. Berlaga pada partai final di Birmingham Arena Inggris, 15 Maret lalu, mereka menghabisi Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dari Thailand lewat drama rubbergame.
Usut punya usut, ternyata gelar juara All England merupakan salah satu impian Melati di tahun 2020 ini. Ucapan syukur tercurahkan Melati di media sosialnya.
![]()
“Alhamdulillah. Salah satu impianku tercapai. Thank god for this amazing day. Thank you so much for all the support,” tulis Melati.
Meski kerap jatuh bangun, namun dari setiap turnamen melati terus memperbaiki diri. Alhasil, gelar juara ia persembahkan untuk Indonesia.
Perjuangan Melati selama di Birmingham Arena memang tidak mudah. Ia bersama Praveen nyaris kalah di babak perempatfinal, kala itu berhadapan dengan Wang Yilyu/Huang Dongping dari China.
![]()
Berlaga pada partai membara perempatfinal, Praveen/Melati menghabisi ganda campuran rangking 2 duniaitu lewat drama rubbergame.
Game pertama, pertandingan berlangsung sengit. Baik Indonesia maupun China kala itu menampilkan performa terbaik. Kejar-kejaran angka tak terlakkan di partai ini.
Setelah laga partai sengit dan berebut angka, Wang/Dongping unggul di interval game pertama 11-9. Mereka terus menjauh dab unggul 15-13, Praveen/Melati terus menempel ketat.
Wang/Dongping menjaga jarak, gempuran tajam mereka membuat Praveen/Melati tak berkutik. Game pertama dimenangkan Wang/Dongping dengan angka 21-15.
Game kedua, Praveen/Melati ebagai rangking 5 dunia mencoba bangkit, namun mereka masih diadang smes keras dari Wang/Dongping. Lagi-lagi penampilan ciamik China membuat mereka unggul di interval game kedua 11-6.
![]()
Meski demikian, Praveen/Melati tak patah arang, mereka mencoba mengejar angka dari wang/Dongping. Tertinggal jauh, mereka mengejar dari 10-18 menjadi 15-18.
Naik Rangking
Selain menyabet gelar juara, Praveen/Melati juga menorehkan catatan lainnya. Mereka kini naik rangking dunia, jika sebelumnya Praveen/Melati berada di rangking 5 kini naik ke rangking 4 dunia.
