Tontowi Pensiun, PBSI Berharap Regenarasi Akan Terus Berjalan

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Final Indonesia Masters 2019
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

VoxPop – Tontowi Ahmad menyatakan, resmi mengakhiri kariernya di dunia bulutangkis profesional. Pengumuman gantung raket Owi sapaan akrab Tontowi dilakukan melalui akun instagramnya. 

img_title Resmi Tutup Kejuaraan Badminton Kapolri Cup 2026, Kapolri Komitmen Dukung Prestasi Atlet Nasional

"Ini saatnya mengucapkan selamat tinggal untuk sesuatu yang saya tekuni lebih dari setengah umur saya, yang membuat hidupku menjadi lebih berwarna, kadang susah kadang senang tapi saya bangga dengan apa yang sudah saya capai , di mana saya bisa meraih puncak prestasi yang saya dan orangtua juga keluarga harapkan. Memang saya mengharapkan saya bisa menyudahi ini di puncak podium tapi inilah hidup tidak selalu apa yang kita inginkan bisa tercapai seperti situasi dan kondisi saat ini," tulis Owi di Instagram pribadinya.

"Tapi apapun yang terjadi saya saya sangat bersyukur bisa berada di posisi saya sekarang ini. Saya juga mau berterimakasih untuk semua yang sudah mendukung karier saya di bukutangkis selama ini yang tidak bisa saya sebut satu per satu. Dan sekarang waktunya saya melanjutkan hidup untuk meraih kesuksesan di bidang lain," tambah pria berusia 32 tahun ini. 

img_title Atlet Muda Indonesia Dominasi Turnamen Bulu Tangkis Asia Tenggara

Tontowi Ahmad.

Menanggapi pensiunnya Owi, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti mengatakan bahwa gantung raket adalah momen yang akan dialami oleh setiap atlet, termasuk Tontowi yang merupakan salah satu pemain ganda campuran terbaik Indonesia di mata Susy.

img_title Jonatan Christie Dua Kali Tumbang dari Wakil kanada Victor Lai, Jojo Ungkap Masalah yang Bikin Sulit Menang

"Tiap atlet pasti punya batas waktu untuk mengakhiri kariernya. Tontowi menyadari hal ini, setelah mempertimbangkan, melihat situasi dan kondisi, dia memutuskan untuk mundur selamanya dari bulutangkis," kata Susy dikutip dari laman PBSI.

Susy yang merupakan peraih medali emas tunggal putri di Olimpiade Barcelona 1992 ini menuturkan bahwa mundurnya Tontowi tentunya menjadi sebuah kehilangan bagi tim pelatnas. Sebagai atlet dengan segudang prestasi, Tontowi merupakan figur panutan bagi para juniornya di pelatnas.

"Tontowi adalah salah satu atlet terbaik di sektor ganda campuran. Dedikasi, disiplin dan komitmennya luar biasa. Ini yang membuat dia bisa meraih banyak gelar juara dan masuk dalam jajaran elit dunia," ucap Susy.

Susy pun berharap semangat juang seorang Tontowi bisa menular ke atlet-atlet muda yang ada di pelatnas sehingga roda regenerasi di ganda campuran terus berjalan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut