Hot Nine, Ambisi Ketum POBSI Kembalikan Gairah Biliar Indonesia
- Istimewa
Nony bersyukur bisa bermain dengan baik dan meraih kemenangan. Ia mengaku benar-benar menyiapkan diri dengan baik untuk menghadapi Hot Nine ini dan senang itu membuah hasil. Ia juga menilai lawannya tidak bermain maksimal dan grogi.
“Saya berusaha melakukan yang terbaik. Untuk menghadapi event Hot Nine ini saya benar-benar menyiapkan diri. Poppy sudah berusaha melakukan yang terbaik. Harus berlatih dan lebih percaya diri," kata Nony.
“Dengan adanya event Hot Nine ini menjadi wadah untuk kami para atlet biliar wanita mengasah, mempertajam dan menambah jam terbang kami agar kami mampu bersaing di tingkat internasional," sambungnya.
Nony dan Poppy sama-sama atlet putri berprestasi dan menjadi andalan Indonesia. Nony Krystianti Andilah adalah andalan di divisi pool putri. Ia meraih Medali Emas Kejurnas 2017, Juara 1 Pepi Cup 2017, Semifinal Lion Cup Singapore 2019, Quarter Final All Japan Championship 2018 dan Medali Perak Sea Games 2019.
Poppy menyabet Medali Emas Double Putri 10 Ball Porda Jabar 2018, Medali Perak 10 Ball Single Putri Porda Jabar 2018, Medali Perak 10 Ball Double Mix Porda Jabar 2018, Medali Perunggu 15 Ball Single Putri Porda Jabar 2018, Medali Perunggu Double Mix 9 Ball Porda Jabar 2018 dan Juara 2 Open Women Double.
Di pertandingan kedua pada Minggu 7 Februari akan saling berhadapan Silviana Lu dari Papua dengan Rini Nasution dari Sumatra Utara.
Keduanya adalah atlet dengan sejumlah prestasi. Silviana Lu, atlet berusia 22 tahun Runner Up Rama 10 Ball Open di Jogja tahun 2020, Runner Up 10 Ball Open di Semarang tahun 2020, Medali Perunggu Sea Games 9 Ball Woman Double tahun 2019, 2 Medali Emas PON Jawa Barat tahun 2016, Medali Perunggu PON Riau tahun 2012.
Sedangkan Rini Nasution berusia 37 tahun dari Sumatra Utara adalah peraih Medali Emas di Kejurnas tahun 2017, dan Medali Perak di Kejurnas tahun 2018.
