Banjir Bonus Atlet Olimpiade, Irjen Asadoma: Wajar dan Memotivasi
- Istimewa
"Kalau tidak dihargai malas lah atlet ini, orang tua tidak mendukung di olahraga. Orang tua lebih mendukung anaknya berkarir di seni, sinetron dan lain-lain, Ini kan bahaya. Tapi dengan penghargaan luar biasa, kemudian responnya luar biasa dari masyarakat ini betul-betul akan memotivasi," kata Asadoma.
Atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan
- NOC Indonesia
"Filipina saja Rp11 M untuk 1 medali emas. Jangan pikir besarnya. Tapi kalau tidak ada Indonesia Raya berkumandang, Merah Putuh berkibar di sana (Olimpiade) malu kita, bangsa keempat terbesar penduduknya di dunia. Sekarang sudah juara kita berikan mereka bonus sebesar-besarnya, sebanyak-banyaknya," imbuhnya.
Alasan ketiga yakni, bonus besar bisa menjamin masa depan atlet. Sebagai mantan atlet, Asadoma paham sekali jika pada masa lalu berkarir di olahraga tidak memberikan jaminan kesejahteraan hidup.
Kondisi itu pula yang membuat Asadoma berhenti menjadi atlet tinju dan banting setir menjadi anggota Polri. Tak sedikit atlet nasional yang hidup miskin di hari tuanya. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan agar tidak memperburuk dunia olahraga tanah air.
