Banjir Bonus Atlet Olimpiade, Irjen Asadoma: Wajar dan Memotivasi

Irjen Pol Johni Asadoma
Sumber :
  • Istimewa

"Kalau tidak dihargai malas lah atlet ini, orang tua tidak mendukung di olahraga. Orang tua lebih mendukung anaknya berkarir di seni, sinetron dan lain-lain, Ini kan bahaya. Tapi dengan penghargaan luar biasa, kemudian responnya luar biasa dari masyarakat ini betul-betul akan memotivasi," kata Asadoma.

img_title Kisah Legendaris: Skandal Olimpiade yang Menyeret Pebulutangkis Indonesia

Atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan

Photo :
  • NOC Indonesia

"Filipina saja Rp11 M untuk 1 medali emas. Jangan pikir besarnya. Tapi kalau tidak ada Indonesia Raya berkumandang, Merah Putuh berkibar di sana (Olimpiade) malu kita, bangsa keempat terbesar penduduknya di dunia. Sekarang sudah juara kita berikan mereka bonus sebesar-besarnya, sebanyak-banyaknya," imbuhnya.

img_title Kisah Legendaris: Lahirnya Manusia Tercepat di Bumi

Alasan ketiga yakni, bonus besar bisa menjamin masa depan atlet. Sebagai mantan atlet, Asadoma paham sekali jika pada masa lalu berkarir di olahraga tidak memberikan jaminan kesejahteraan hidup.

Kondisi itu pula yang membuat Asadoma berhenti menjadi atlet tinju dan banting setir menjadi anggota Polri. Tak sedikit atlet nasional yang hidup miskin di hari tuanya. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan agar tidak memperburuk dunia olahraga tanah air.

img_title Dokter Tim Olimpiade Ini Ingin Pengetahuan Olahraga Tak Hanya Dinikmati Atlet
8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026

531 Atlet dari 36 Negara Berebut Poin Olimpiade di Asian Taekwondo Indonesia Open 2026

Indonesia kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional. Sebanyak 531 atlet dari 36 negara resmi bersaing dalam 8th Asian Taekwondo Ind

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut