Carlos Alcaraz Juara Wimbledon, Sinyal Lengsernya Dominasi 'Big Three'
- Instagram @wimbledon
London – Carlos Alcaraz percaya kemenangan Wimbledon "impiannya" melawan Novak Djokovic dapat menandakan pergantian jajaran petenis putra dunia dari dominasi "Big Three."
Alcaraz mengakhiri perjalanan Djokovic dari empat gelar Wimbledon berturut-turut dengan kemenangan epik 1-6, 7-6 (8/6), 6-1, 3-6, 6-4 di final, Minggu 16 Juli 2023 waktu setempat.
Petenis berusia 20 tahun itu mengalahkan Djokovic dalam drama empat jam dan 42 menit tanpa henti di Centre Court, merebut trofi Wimbledon pertamanya dan gelar major kedua dalam kariernya.
Setelah dua dekade Djokovic, Roger Federer dan Rafael Nadal mendominasi olahraga tenis, Alcaraz mengatakan kemenangannya bisa menjadi awal dari era baru.
Petenis nomor satu dunia asal Spanyol, Carlos Alcaraz
- AP Photo/Thibault Camus
"Ini adalah mimpi. Saya berusia 20 tahun. Saya tidak mengalami banyak momen seperti ini. Membuat sejarah seperti yang saya lakukan hari ini, ini adalah momen paling membahagiakan dalam hidup saya," kata Alcaraz, seperti disiarkan AFP, Senin.
"Mengalahkan Novak dalam performa terbaiknya di panggung ini, membuat sejarah, menjadi orang yang mengalahkannya setelah 10 tahun tak terkalahkan di lapangan ini luar biasa bagi saya."
"Sangat bagus untuk generasi baru melihat saya mengalahkannya dan membuat mereka berpikir mereka mampu melakukannya juga. Ini bagus untuk saya, dan para pemain muda juga," ujar Alcaraz.
Ketika Djokovic memenangi gelar major pertamanya di Australian Open pada 2008, Alcaraz bahkan masih belum genap berusia lima tahun.
Namun, dengan Federer pensiun dan Nadal mendekati akhir kariernya yang gemerlap, Alcaraz muncul sebagai penantang terbesar Djokovic.
Impian Sejak Kecil
Alcaraz, yang memenangi gelar Grand Slam perdananya di US Open tahun lalu, menggantikan petenis Serbia itu di peringkat teratas dunia dan kemenangannya di Wimbledon dapat mempercepat munculnya generasi baru untuk menggantikan "Big Three."
"Mengalahkan Novak, memenangi Wimbledon adalah sesuatu yang saya impikan sejak saya mulai bermain tenis," kata Alcaraz.
Djokovic mengincar gelar Wimbledon kedelapan yang menyamai rekor Federer, dan juga berharap dapat menyamai rekor sepanjang masa Margaret Court dengan 24 gelar Grand Slam. Sebaliknya, petenis berusia 36 tahun itu terpaksa meninggalkan Wimbledon tanpa sejarah baru setelah dikalahkan Alcaraz yang tak kenal lelah.
