Nusrtdinov Zayan Fatih ‘Bocah Ajaib’ Berkuda Indonesia, 500 Medali di Usia 14 Tahun
- istimewa
“Bonding dengan kuda itu penting banget. Kita ingin Dinov merasa nyaman seperti saat dia tanding di Piala Gubernur kemarin,” kata Riyanti.
Salah satu tujuan besar Dinov tahun ini adalah Asian Youth Games, yang juga bisa menjadi jalur menuju Youth Olympics 2026. Event ini menjadi satu-satunya kesempatan bagi atlet usia 14-17 untuk tampil di level olimpiade remaja.
“Kesempatan seperti ini nggak bisa terulang. Harapannya tentu support maksimal dari federasi nasional dan pemerintah,” harap Riyanti.
Pelatih Dinov, Albert E. Pelealu, mengungkap sisi lain dari muridnya itu. “Dinov itu anaknya cuek, tapi pas di arena, dia sangat fokus. Itu kekuatannya,” katanya.
Menurut Albert, tantangan terbesar dalam melatih Dinov justru datang dari banyaknya kuda dengan karakter berbeda yang harus dia kuasai. “Dia naik 7-8 kuda sehari pas latihan. Itu luar biasa. Setiap kuda beda karakter, dan Dinov bisa menyesuaikan diri,” jelasnya.
Tak seperti olahraga lain, berkuda melibatkan dua atlet: manusia dan hewan. “Jadi harus latih dua-duanya. Dinov udah paham banget gimana bangun hubungan dengan tiap kuda yang dia tunggangi,” ujar Albert.
Dari Sekadar Ekstrakurikuler, Kini Jadi Mimpi Olimpiade
Kecintaan Dinov terhadap berkuda berawal dari ekstrakurikuler sekolah selepas Asian Games 2018. Saat itu, ia yang baru berusia 8 tahun menunjukkan ketertarikan luar biasa. “Kalau poni ride bisa sampai 30 kali keliling nggak berhenti,” kenang Riyanti sambil tertawa.
Setahun setelahnya, keluarga membawanya ke Eropa untuk memilih kuda sendiri. Sejak saat itu, prestasi demi prestasi terus mengalir.
Menariknya, Dinov bukan hanya atlet berkuda. Ia juga aktif di olahraga basket. “Harapan kami, fisiknya tetap prima dan tidak cedera. Semoga bisa tampil maksimal di Asian Youth Games dan lanjut ke Youth Olympics,” tutup Riyanti.
