Kejuaraan Taekwondo Piala Kemenpora Gairahkan Ekonomi Magelang, Rp16 Miliar Berputar dalam 3 Hari

UMKM di Kejuaraan Taekwondo Nasional Piala Kemenpora ke-3 tahun 2025
Sumber :
  • istimewa

VoxPop – Kota Magelang kembali menjadi sorotan nasional. Bukan karena atraksi wisatanya, melainkan lewat semangat olahraga yang menjelma jadi motor penggerak ekonomi lokal.

img_title Anggaran Pelatnas Atlet Segera Cair, Erick Thohir Pastikan Persiapan Asian Games 2026 Tetap Jalan

Kejuaraan Taekwondo Nasional Piala Kemenpora ke-3 tahun 2025, yang digelar pada 4–6 Juli di GOR Samapta, menghadirkan lebih dari sekadar pertandingan. Ia menjelma sebagai etalase nyata dari potensi industri olahraga.

Selama tiga hari penyelenggaraan, ribuan orang datang ke Kota Sejuta Bunga. Tercatat lebih dari 1.300 atlet dari berbagai provinsi turun gelanggang, didampingi pelatih, official, dan keluarga.

img_title Ketum PSSI: China Ikut Berebut Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Jika dihitung secara keseluruhan, kehadiran lebih dari 4.500 orang di kota ini diyakini menggerakkan perputaran ekonomi hingga Rp16 miliar.

“Event ini bukan hanya membangun karakter dan menjaring bibit unggul. Tapi juga mendatangkan wisatawan, menggerakkan UMKM, hotel, transportasi, hingga sektor kuliner,” kata Deputi Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, saat membuka kejuaraan.

img_title Rahasia Indonesia Menangkan Tuan Rumah Kejuaraan Taekwondo Asia 2026, Ungguli Vietnam dan Arab Saudi

Menurut Isnanta, kehadiran para atlet dan rombongan dari luar daerah seringkali tidak hanya berhenti di arena pertandingan. Banyak dari mereka juga menyempatkan diri menikmati destinasi wisata lokal, dari kawasan heritage hingga kuliner khas Magelang.

“Inilah wajah industri olahraga masa depan. Kita bangun prestasi, tapi juga bangkitkan ekonomi. Dua-duanya harus jalan bersama,” ujarnya.

Ketua penyelenggara, Susilo, tak menampik bahwa dampak ekonomi dari kejuaraan ini sangat signifikan. Ia menyebutkan, mulai dari penginapan, katering, transportasi lokal, hingga penjual atribut dan perlengkapan olahraga semuanya mengalami lonjakan permintaan.

“Olahraga itu multiplier effect-nya luar biasa. Tidak hanya soal medali, tapi dampaknya langsung terasa ke ekonomi. Rp16 miliar bukan angka kecil untuk skala kota seperti Magelang,” tegasnya.

Dengan angka itu, event ini menjadi contoh konkret bagaimana sport event bisa jadi strategi penguatan ekonomi berbasis komunitas. Para pelaku usaha kecil, mulai dari pemilik homestay, warung makan, hingga penyedia jasa transportasi lokal turut merasakan manfaat langsung.

Sinergi Pemda dan Dunia Olahraga

Pemerintah Kota Magelang menyambut positif kehadiran kejuaraan ini. Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, yang hadir langsung dalam pembukaan menyampaikan dukungannya agar event serupa bisa digelar secara rutin.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut