Menanti Max Verstappen Kunci Gelar Juara Dunia F1 di GP Jepang
- Mobil Lubricant
VoxPop – Pembalap Tim Bull Racing, Sergio Perez, berhasil memetik kemenangan di Formula 1 Singapura yang digelar Minggu malam, 2 Oktober 2022.
Start strategis dari posisi dua di kondisi lintasan basah dimanfaatkan dengan baik oleh Perez untuk menyalip Charles Leclerc di tikungan pertama.
Sementara Max Verstappen yang diprediksikan bakal memetik titel Juara Dunia F1 2022 di seri ini harus tertunda dahulu akibat peroleh poin yang kurang maksimal.
Bagi Perez, kemenangan kali ini paling diharapkan semenjak terakhir naik podium teratas di Monaco sepuluh seri lalu.
Persaingan posisi dua di klasemen Juara Dunia F1 2022 juga kian ketat menempel Leclerc hanya terpaut 2 poin, Perez miliki 235 poin.
Sri Adinegara selaku Market Development Director PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (PT EMLI) mengungkapkan bahwa di balapan apapun bisa terjadi, kendala cuaca hingga penerapan strategib isa tiba-tiba tak sesuai pengharapan.
"Apa yang dilakukan Sergio Perez memang sesuai keinginannya untuk bisa menang di F1 Singapura, setelah melihat hasil beberapa seri yang kurang memuaskan," kata Sri Adinegara.
Sementara Max sudah berusaha menunjukkan performanya, tapi ini adalah kemenangan lain yang tertunda, pastinya dia akan lebih fokus untuk hadapi F1 Jepang dan petik titel Juara Dunia F1 2022 di sana," ujar Sri Adinegara.
Sebagai pemenang balapan di F1 Singapura, Sergio Perez mengakui sangat senang mendapatkan kemenangan ini untuk dirinya dan tim Red Bull Racing.
"Kemenangan ini sangat berarti, saya belum pernah naik podium dalam beberapa balapan terakhir, tetapi selalu memantau dan membuat kejutan, jadi saya sangat bangga dengan hasil hari ini. Secara mental itu sulit, dan harus tetap waspada sepanjang balapan," jelas pembalap asal Meksiko ini.
Perez mengutarakan sangat rumit balapan di kondisi usai hujan deras dan orang-orang tak bisa membayangkan betapa sulitnya mengemudi di sana.
"Melewati sektor terakhir sangat sulit. Saya pikir ada sedikit miskomunikasi dengan safety car, dia melaju sangat cepat di tempat-tempat di mana saya tidak bisa mengikutinya dan kemudian melambat di mana saya bisa melaju dengan cepat. Kami berkendara begitu licin di basah mencoba untuk menjaga suhu dan itu sulit," tegasnya.
