Pandemi COVID-19 Momentum Evaluasi Total Atlet Bulutangkis Indonesia

VoxPop Bulutangkis: Tim Putra Indonesia jalani latihan di Gideon Badminton Hall.
Sumber :
  • Instagram: badminton.ina

VoxPop – Pandemi Virus Corona atau COVID-19 berdampak pada bulutangkis dunia. Sederet turnamen dibatalkan mengingat virus ini menyebar ke berbagai negara.

img_title Jonatan Christie Ungkap Insiden Tak Fair Play di India Open 2026, Tetap Menang dan Bicara Apa Adanya

Selama masa pandemi, para pebulutangkis harus menjalani isolasi mandiri. Ada juga dari mereka yang menggelar latihan sendiri.

Terakhir digelar adalah BWF World Tour Super 1000 All England Open 2020 pada Maret lalu. Sederet pebulutangkis top dunia menunjukkan performa mereka di sana.

img_title Jadwal Lengkap Malaysia Open 2026: Jalan Terjal Lima Wakil Indonesia Menuju Semifinal

Baca juga: Corona Mengganas, Indonesia Mundur dari Piala Thomas dan Uber 2020

Masukan datang dari legenda bulutangkis Indonesia, Chistian Hadinata. Ia mengungkapkan bahwa momentum Pandemi COVID-19 menjadi ajang evaluasi bagi atlet Indonesia.

img_title Bertarung Pulihkan Pandemi, Jalan Terjal Pemerintah Indonesia Bangkit dari Belenggu COVID-19

Ia berpandangan, jika di waktu normal tidak punya banyak waktu untuk mengevaluasi secara keseluruhan. Justru dengan kondisi saat ini membuat para atlet dan pelatih bisa mengkaji secara mendalam kekurangan di pertandingan sebelumnya.

"Pandemi ini kesempatan memperbaiki kekurangan para atlet. Justru dengan kondisi saat ini adalah waktu lebih mengevaluasi kualitas pertandingan mereka," ujar Christian dikutip VoxPop Bulutangkis dalam diskusi online beberapa waktu lalu.

Sementar itu, mengganasnya COVID-19 membuat Tim Nasional Bulutangkis Indonesia mundur dari Piala Thomas dan Uber 2020. Keputusan itu disampaikan Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI).

"Tim Indonesia menyatakan mundur dari ajang perebutan supremasi bergengsi Piala Thomas & Uber 2020. Kejuaraan ini rencananya akan digelar di Aarhus, Denmark, pada 3-11 Oktober mendatang.

Ada tiga alasan utama yang mendasari PBSI mengambil keputusan menarik diri. Pertama, diawali dari adanya rasa khawatir dari para atlet terhadap kemungkinan mereka akan terpapar Covid-19, baik dalam perjalanan, di tempat transit atau di tempat pertandingan.

Kedua, para atlet dan ofisial menyuarakan keraguan mereka untuk ambil bagian di turnamen bergengsi ini karena tidak ada jaminan dari BWF, seandainya ada anggota tim yang terpapar Covid-19, terkait siapa yang akan bertanggungjawab menangani dan bagaimana penanganan selanjutnya.

Ketiga, mengacu pada dua alasan di atas, jajaran pimpinan PBSI yaitu Ketua Umum PP PBSI Wiranto, Wakil Ketua Umum I Alex Tirta, Sekretaris Jenderal Achmad Budiharto, serta Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Susy Susanti memutuskan tim bulutangkis Indonesia mundur.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut