Indonesia Didepak dari All England, Owen: Aturan Itu Adil

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins.
Sumber :
  • UK Embassy

VoxPop – Seluruh pemain dan ofisial Indonesia dipaksa mundur dari ajang BWF World Tour Super 1000 All England Open 2021

img_title All England 2026: PBSI Fokus Adaptasi dan Penyegaran Tim Ganda Putra

Penyebabnya, pemain Indonesia berada satu penumpang anonim yang dinyatakan positif COVID-19. Sesuai dengan regulasi pemerintah Inggris, jika berada pada satu pesawat yang sama dengan orang yang positif COVID-19, maka diharuskan menjalani isolasi selama 10 hari.

Alhasil, tim Indonesia terpaksa mundur dan melakukan isolasi sampai tanggal 23 Maret 2021 di Crowne Plaza Birmingham City Centre, terhitung 10 hari sejak kedatangan tim ke Birmingham.

img_title Jonatan Christie Ungkap Insiden Tak Fair Play di India Open 2026, Tetap Menang dan Bicara Apa Adanya

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins pun merespons. Ia menyebut hal ini terjadi karena memang situasi dunia saat ini. 

Negara-negara di dunia harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sebagaimana yang juga dilakukan oleh Inggris dan Indonesia. Jenkins mengklaim aturan-aturan tersebut diterapkan Inggris secara adil dan transparan.

img_title Jadwal Lengkap Malaysia Open 2026: Jalan Terjal Lima Wakil Indonesia Menuju Semifinal

Berikut pernyataan lengkap Owen Jenkins berdasarkan keterangan tertulis yang diterima VoxPop Bulutangkis, Kamis 18 Maret 2021:

“Keputusan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) yang tidak mengizinkan Indonesia 
berpartisipasi dalam Turnamen Bulutangkis All England demi pencegahan COVID-19 sangat disayangkan. Indonesia memiliki beberapa atlet bulutangkis yang paling berbakat dan digemari. 

Meskipun kita semua sangat ingin menonton aksi mereka di turnamen ini, saya sangat bersimpati terhadap para atlet bulutangkis Indonesia yang terdampak. Mereka harus terus memberikan yang terbaik, meski tengah menghadapi keadaan yang sulit. All England, turnamen bulutangkis yang ternama di tingkat dunia, menjadi kurang seru, kurang menghibur, kurang kompetitif tanpa Indonesia. 

Memenangi turnamen ini akan kurang berarti karena Indonesia tidak ikut berpartisipasi. Namun sayangnya, ini adalah situasi dunia saat ini. Negara-negara di dunia harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sebagaimana yang juga dilakukan oleh Inggris dan Indonesia, dan aturan-aturan tersebut diterapkan secara adil dan transparan.

Aktivitas olahraga dapat terus berlanjut adalah suatu hal yang luar biasa. Kita semua dapat merasa terhibur di masa pandemi ini. Namun sangat penting untuk memprioritaskan keselamatan terutama di saat Covid-19 masih bersama kita. 

Kasus serupa juga pernah terjadi di berbagai cabang olahraga lain seperti sepak bola, tenis, hoki, bola basket, rugbi, dan lainnya, semuanya terdampak COVID-19 dan harus menerapkan protokol kesehatan.  Kami tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Inggris untuk melihat apakah ada yang bisa dilakukan tentang permasalahan ini," bunyi pernyataan Owen.

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin

Raymond/Joaquin Tak Mau Terbebani Status Satu-satunya Wakil Indonesia di Semifinal All England 2026

Pasangan ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tak ingin terbebani dengan status sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di semifinal All England

img_title
VoxPop.co.id
7 Maret 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut