Duka Mendalam PBSI untuk Markis Kido

VoxPop Bulutangkis: Ketua Umum PBSI, Agung Firman Sampurna.
Sumber :
  • Instagram: badminton.ina

VoxPop – Indonesia baru saja kehilangan salah satu putra terbaiknya. Legenda bulutangkis Tanah Air, Markis Kido dilaporkan meninggal dunia, Senin malam 14 Juni 2021. 

img_title Pentingnya Beasiswa Pendidikan untuk Keluarga Atlet

Kido dinyatakan wafat ketika sedang bermain bulutangkis di GOR Petrolin, Alam Sutera, Tangerang.

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia ( PP PBSI) Agung Firman Sampurna, dalam pembukaan Simulasi Olimpiade Tokyo 2020 di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu 16 Juni 20201 mengirimkan lantunan doa bagi sang legenda.

img_title Penonton Berpotensi Hadir di Indonesia Open dan Masters, Ini Kata PBSI

"Dunia bulutangkis Indonesia baru saja kehilangan salah satu pebulutangkis terbaiknya, Markis Kido. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un," ucap Agung dalam sambutannya dikutip VoxPop Bulutangkis dari situs resmi PBSI.

"Kita semua berduka dan sebagai Ketua Umum PBSI saya mengajak semua untuk mendoakan beliau agar amal dan ibadahnya mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan dapat mengikhlaskan dan sabar juga tegar," lanjutnya.

img_title Terungkap, Alasan PBSI Tunjuk Fadia jadi Tandem Baru Apriyani

Diketahui, Kido meninggalkan seorang istri, Richasari Pawestri dan dua orang putri. Semasa hidup, pria kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1984 itu merupakan pebulutangkis berprestasi yang kerap kali mengharumkan nama bangsa Indonesia lewat nomor ganda putra dan ganda campuran.

Dikutip berbagai sumber, Kido memulai langkahnya di Kejuaraan Asia Junior pada tahun 2000 silam. Di situ, dia meraih medali perunggu bersama Rian Sukmawan dari nomor ganda putra dan medali emas bersama Liliyana Natsir di sektor ganda campuran.

Kido juga menyabet medali perunggu di Kejuaraan Dunia Junior di tahun yang sama. Namun, berpasangan dengan Hendra Aprida Gunawan di sektor ganda putra. Dua tahun berselang, masih dari Kejuaraan Dunia Junior, Kido kembali mendapatkan medali perunggu berpasangan dengan Liliyana Natsir.

Barulah pada 2003, Kido terjun ke level senior dan langsung dipasangkan dengan Hendra Setiawan. Bersama Hendra, Kido merasakan puncak kariernya.

Bagaimana tidak, prestasinya melesat jauh ketika dipasangkan dengan Hendra. Dia sempat dua kali meraih medali emas Kejuaraan Asia 2005 dan 2009, medali emas Piala Dunia Badminton 2006, medali emas Kejuaraan Dunia BWF 2007, dan tiga kali merebut medali emas SEA Games, 2005, 2007, dan 2009.

Prestasi tertinggi ditorehkannya pada Olimpiade 2008 Beijing. Kido dan Hendra membawa pulang medali emas ke Tanah Air setelah menumbangkan ganda putra China, Cai Yun/Fu Haifeng.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut