Tontowi Ahmad Soroti Regenerasi Ganda Campuran Indonesia

Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir jadi Tim Pencari Bakat di Audisi Umum PB Djarum 2022
Sumber :
  • PB Djarum

VoxPop Sport – Mantan pebulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmad, menyoroti regenerasi yang terjadi di sektor ganda campuran pelatnas PBSI. Menurutnya, gap yang ada terlalu jauh sehingga membuat sektor itu kesulitan bersaing di level tertinggi.

img_title Tampil Perkasa, Satria/Alisha Rebut Tiket Final Piala Kapolri 2026

Setelah pensiunnya pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Indonesia hingga kini masih belum menemukan ganda campuran yang bisa menyamai prestasi mereka di turnamen internasional, baik Super Series, Kejuaraan Dunia, maupun Olimpiade.

Sebenarnya, Indonesia masih memiliki Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang kala itu berada di peringkat kelima dunia dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja sebagai pelapisnya.

img_title Bulutangkis Kapolri Cup 2026 Resmi Dibuka Diikuti 1.219 Peserta dari Kategori Umum, Polri dan Difabel

Ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir (kanan) dan Tontowi Ahmad berusaha mengembalikan kok ke ganda campuran Malaysia Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying saat pertandingan semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta

Photo :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Praveen/Melatih bahkan menjadi satu-satunya pasangan ganda campuran —setelah pensiunnya Liliyana/Tontowi— yang bisa menyumbang gelar di turnamen bergengsi usai menjuarai All England 2020. Sayang, setelahnya prestasi ganda campuran Indonesia terjun bebas.

img_title Fajar/Fikri Tumbangkan Wakil Korea, Sang Juara Bertahan Melaju ke Semifinal China Open 2026

Hal itu juga yang membuat dua pasangan tersebut kini sudah terdegradasi dari Pelatnas PBSI sehingga ganda campuran senior pelatnas saat ini diisi oleh Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari yang kini duduk di peringkat ke-15, Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso (29) dan Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati (30). 

“Yang kurang dari ganda campuran sekarang adalah dari regenerasinya menurut saya. Jadi, sewaktu saya sama Butet (sapaan Liliyana Natsir) misalnya, saya waktu itu nomor satu, seharusnya estafetnya ke peringkat kedua atau ketiga Indonesia," kata Tontowi saat ditemui di Audisi Umum PB Djarum, Kudus. 

“Tetapi, sekarang berbeda. Tongkat estafet jatuh ke ke nomor empat atau lima. Sementara negara lain pemainnya masih sama,” ujarnya menambahkan. 

Tak pelak, kondisi tersebut membuat ganda campuran Indonesia yang ada di pelatnas saat ini mengemban tugas berat yang tak sesuai dengan yang semestinya.

Mereka mendadak menjadi pasangan nomor satu pelatnas di saat seharusnya masih menjadi pemain pelapis. Tak jarang, mereka juga dituntut menang saat melawan pasangan-pasangan level atas dan jauh lebih berpengalaman. 

“Contohnya di China, Zhang Nan/Zhao Yun Lei turunnya ke Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong. Dari Thailand sudah ada (Dechapol/Sapsiree). Jadi, nomor satunya mereka sudah bertemu dengan nomor tiga kita," ucap Tontowi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut