Rekor Fenomenal Kevin/Marcus, Asa Besar Bulutangkis RI
- PP PBSI
?Sebuah prestasi untuk Kevin/Marcus bisa menjadi juara lagi dan sepanjang tahun 2017 mereka bisa dapat tujuh gelar juara, suatu prestasi yang sangat membanggakan. Saya berharap tahun 2018 masih mereka terus fokus persiapan menghadapi turnamen lain, dan turnamen yang menjadi target PBSI bisa tercapai,? ungkap Kabid Binpres PP PBSI, Susy Susanti.
Tercatat ajang akbar seperti Piala Thomas dan Asian Games 2018 akan jadi tantangan besar pilar andalan Merah Putih untuk memuluskan raihan gelar juara.
"Selamat atas capaian yang luar biasa, menjadi yang terbaik hingga dapat tujuh gelar. Karena ini luar biasa makanya pemerintah memberikan apresiasi bonus yang sangat spesial di akhir tahun,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi saat menjemput kedatangan Kevin/Marcus usai berlaga di BWF World Superseries Finals 2017.
“Saya tahu betul bagaimana perjuangan PBSI yang tidak berhenti, berharap Kevin/Marcus tidak puas dengan capaian ini karena masih ada Asian Games 2018 yang insya Allah mereka membawa yang terbaik juga untuk indonesia,” tambahnya.
Tak cuma hanya untuk Asian Games, namun kegemilangan Kevin/Marcus sangat diharapkan dapat mengantarkan ekspektasi besar bagi armada Cipayung, dalam menatap persaingan ajang Piala Thomas 2018 mendatang. Gelaran Piala Thomas dan Uber edisi ke-30 akan digelar di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei 2018. Indonesia menjadi favorit, khususnya untuk ajang Piala Thomas, lantaran memiliki ganda putra terbaik saat ini.
Tak cuma dari duo Minions, harapan besar pun datang dari reuni duet fenomenal lainnya, yakni Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Hendra dipastikan akan kembali bergabung dengan pelatnas Cipayung pada 2018.
Selain itu, karakter kepribadian pasangan ini yang terkenal "usil" dan penuh gaya akrobat pun disebut-sebut mampu menjadi cara ampuh untuk memancing membuyarkan konsentrasi pemain lawan dan mampu menumbuhkan rasa percaya diri bagi segenap elemen tim dalam permainan beregu.
Penampilan Kevin/Marcus di lapangan memang selalu menarik untuk disaksikan, tak cuma tontonan skill mereka yang unik yang luar biasa, namun tak jarang kita menyaksikan aksi-aksi non teknis yang intimidatif kepada lawan.
