Ahmad Syafi'i Ma'arif

Mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif.
Sumber :
  • antaranews.com

VoxPop.co.id – Ahmad Syafi'i Ma'arif lahir di Sumpur Kudus, Sumatera Barat, 31 Mei 1935. Dia dilahirkan dari keluarga sederhana di perkampungan. Sejak kecil ia memiliki tekad ingin sekolah sampai tinggi. Sekolah dasarnya ia selesaikan di dekat rumahnya dalam waktu singkat hanya lima tahun. Selain sekolah umum, ia juga sekolah agama dasar di ibtidaiyah Muhammadiyah Kampung Sumpur, Sumatera Barat.

img_title Respons Rizky Ridho usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026: Maaf, Selalu Mengecewakan Kalian

Setelah itu, ia meneruskan ke sekolah lanjutan milik Muhammadiyah dan lulus dari Madrasah Muallimin Muhammadiyah Lintau, Sumatera Barat. Lulus dari sana, ia hijrah ke Yogyakarta untuk meneruskan ke jenjang SMA. Tapi dia tidak diperkenankan karena pendidikan mualliminnya di Sumatera Barat tidak diakui. Akibatnya, dia meneruskan kembali ke Madrasah Muallimin yang ada di Yogyakarta milik organisasi Muhamadiyah.

Setelah lulus muallimin pada usia 21 tahun, ia diharuskan mengabdi di pendidikan yang dikelola organisasi Muhammadiyah dan dikirim ke Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengajar di sekolah Muhammadiyah. Setelah selesai pengabdiannya, ia kembali ke Jawa untuk meneruskan ke perguruan tinggi. Dia mengambil jurusan sejarah di Universitas Cokroaminoto Surakarta.

img_title Telkom Tuntaskan Spin-Off InfraCo Tahap II, InfraNexia Kelola Lebih dari 90 Persen Aset Jaringan

Di tengah kesibukannya kuliah, ia harus bekerja untuk membiayai hidup dan kuliahya, apalagi saat itu dia sudah ditinggalkan kedua orang tuanya. Dia pun mengajar di SMP dan SMA di daerah yang dekat kampusnya. Kesibukan dan situasi politik saat itu, Syafi'i Ma'arif baru bisa menyelesaikan pada usia 29 tahun dengan gelar sarjana muda (BA).

Setelah menggondol gelar sarjana muda, ia mulai mengajar di Universitas Islam Yogyakarta. Bersamaan dengan itu, untuk meneruskan kesarjanaanya, dia melanjutkan kuliahnya ke Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Yogyakarta dalam bidang yang sama sejarah. Dia terbilang pintar, dalam waktu dua tahun dia sukses meraih gelar sarjana penuh (Drs).  

img_title Pokemon Game On! Dimulai di 7 Negara Asia, Seri Baru Asia Championship Series Resmi Dirilis

Sejak itu, hidupnya banyak di dunia akademisi dan pemikiran-pemikiran briliannya mulai terlihat. Untuk mempertajam wawasan intelektualnya dia meneruskan ke jenjang master dan doktor ke Amerika Serikat. Dia mengambil sejarah pada program master di Departemen Sejarah Ohio University dan  pemikiran Islam di Universitas Chicago, Amerika Serikat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut