Terkuak Ramalan Jayabaya yang Sebut Sosok Ini Bisa Buat Indonesia Meraih kejayaan

Jayabaya
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta – Orang-orang Jawa tradisional meyakini bahwa saat ini adalah zaman gelap yang disebut sebagai "era kegelapan", sesuai dengan ramalan Jayabaya.

img_title Imbau Masyarakat Mawas Diri, Roy Kiyoshi Khawatirkan Ada PHK Massal hingga Kecelakaan Pesawat di 2025

Mereka percaya bahwa dalam waktu dekat, Ratu Adil akan muncul untuk membawa negeri ini menuju masa kejayaan yang baru. Namun, muncul pertanyaan, siapakah sebenarnya sosok Ratu Adil tersebut?Jayabaya, yang memerintah sebagai Raja Kediri pada 1135-1157, pernah dianggap sebagai Ratu Adil dan Satria Piningit.

Gelar-gelarnya yang panjang, seperti Sri Maharaja Sri Wameswara Madhusudana Watarandita Parakrama Digjoyottunggadewama Jayabhalancana, mencerminkan citra dirinya sebagai pemimpin yang adil dan berpandangan jauh pada masanya.

img_title Top Trending: Najwa Shihab, Ramalan Jayabaya, Kuburan Tentara Israel

Ilustrasi pemimpin.

Photo :

Ssebuah karya ilmiah dan literasi dari Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Bali berjudul "Ratu Adil Satria Piningit dan Zaman Edan," menjelaskan bahwa Satria Piningit secara harfiah berarti ksatria yang masih tersembunyi oleh zaman, sementara Ratu Adil diartikan sebagai pemimpin yang bijak dan adil.

img_title Ramalan Jayabaya: Pulau Jawab Akan Terbelah Dua

Meski masyarakat zaman dulu kerap menyamakan Satria Piningit dengan Ratu Adil, sebenarnya keduanya tidak selalu identik.

Seorang pemimpin yang dianggap sebagai Satria Piningit belum tentu menjadi Ratu Adil, karena Ratu Adil harus bersikap adil dan peduli terhadap seluruh rakyat yang dipimpinnya, tidak hanya memikirkan kepentingan diri atau kelompok tertentu.

Pandangan bahwa gelar Satria Piningit dan Ratu Adil memiliki makna yang sama berasal dari istilah Jawa yang menyatakan, "Satria Piningit sinisihan wahyu ratu adil," yang mengartikan bahwa Satria Piningit memiliki peran dalam menciptakan karakter seorang pemimpin yang adil dan bijaksana.

Kitab Musarar dari Sunan Giri Prapen juga membahas konsep ketatanegaraan yang, jika diaplikasikan, dapat membentuk masyarakat adil dan sejahtera, suatu gambaran dari Ratu Adil.

Jayabaya

Photo :
  • Istimewa

Selain itu, kitab tersebut menyiratkan bahwa munculnya Satria Piningit, ksatria penolong yang tersembunyi, akan diikuti oleh kemunculan Ratu Adil.

Dalam kitab tersebut, dinyatakan bahwa seorang Raja yang keturunan waliyulah memiliki kedaton di Makkah dan Jawa, dekat dengan Gunung Perahu di sebelah barat tempuran (pertemuan dua sungai).

Simbol itu dianggap sebagai gambaran kejayaan Kesatuan Sriwijaya dan hubungan sejarah Jayabaya dengan Sriwijaya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut