Merinding! Kisah Gadis Naik Bus Hantu dari Lampung ke Bekasi

Aisyah, gadis yang naik bus hantu dari Lampung ke Bekasi
Sumber :
  • YouTube: RJL 5

Bangun dari tidur, Aisyah dihampiri oleh kondektur untuk menagih ongkos perjalanan. Dia lantas memberikan uang pecahan Rp50 ribu dan dikembalikan Rp20 ribu. Padahal, kata dia, seharusnya ongkos bus Rp45 ribu.

img_title Jumlah Penumpang MRT hingga TransJakarta Meningkat Signifikan pada Mei 2026

Masih dalam perjalanan, ponsel Aisyah yang saat itu tak mendapat sinyal, tiba-tiba berbunyi. Puluhan panggilan tak terjawab serta pesan WhatsApp dari orangtua menumpuk belum dibalas.

Metromini

Photo :
  • VivaNews/ Nurcholis Anhari Lubis
img_title Menko AHY Mau Penumpang Betah dan Belanja dengan Nyaman di Bandara Soetta Selama Menunggu Pesawat

“(Saat itu) Aku sampe di-Yasinin di rumah,” ucap Aisyah.

Aisyah mengaku perjalanannya saat itu terasa sangat lama. Jalan yang dilalui bus hantu tersebut bahkan terasa asing di penglihatannya. Tak lama kemudian, ibu-ibu yang duduk di sampingnya berdiri. Sosoknya yang semula baik dan lembut saat ngobrol, kini menjadi terlihat menyeramkan.

img_title Januari hingga Mei 2026, KAI Group Catat Angkut 214 Juta Penumpang Kereta

“Ibu itu berdiri dan marah-marah sambil nunjuk-nunjuk saya. ‘Kamu mau turun di mana?’ ‘di terminal’ ‘mau naik apa, kamu dijemput atau nggak?’ ‘naik angkot nomor 11 bu’ ‘turun sekarang, itu angkot kamu’,” cerita Aisyah mengenang percakapannya saat itu.

Anehnya, setelah percakapan itu bus tiba-tiba berhenti dan di dekatnya terdapat angkot nomor 11. “Yaudah karena saya lihat angkot itu, saya turun dong. Pas saya lihat ke belakang busnya nggak ada,” kata dia.

“Di dalam angkot saya ngabarin orang rumah, setelah itu saya bengong, pikiran saya kosong. Pas sampai depan gang rumah saya untung orang tua saya nunggu. Jadi ayah saya itu yang berhentikan angkot, saya nggak ngomong apa-apa, sampe situ saya masih ngeblank,” kata Aisyah.

Sesampainya di rumah, Aisyah mengaku kondisinya lemas dan sulit berkomunikasi lantaran masih memikirkan peristiwa di dalam bus.

“Dari kejadian itu, saya tiap malam gabisa tidur, selalu kebayang sama ibu-ibu di dalam bus. Dia kayak muncul, rep-repan setiap malam. Saya juga jadi sering kesurupan ibu-ibu di dalam bus itu,” kisahnya.

“Setelah kesurupan, muka saya dan badan saya seperti kecakar-cakar. Sampai di paha saya seperti ada luka gigitan yang membekas. Pokonya setiap malam nggak bisa tidur. Saya alami sampai lulus sekolah.” Pungkasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut