Viral Bocah 10 Tahun di India Bunuh Diri Gegara Diintimidasi Tanpa Henti di Sekolah

Ilustrasi bunuh diri
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Andry Arifin

VoxPop Trending – Sammy Teusch yang berusia 10 tahun bunuh diri setelah diintimidasi di sekolah selama beberapa hari. Kasus pembullyan atau intimidasi di sekolah sudah kerap terjadi di kota-kota besar maupun kecil sekalipun.

img_title #JusticeForWindaLorenza Viral, Ada Apa dengan Kematian Mantan Istri Polisi Ini?

Tidak hanya berimbas ringan, risiko lainnya juga sangatlah besar akibat adanya aksi intimidasi layaknya pembullyan tersebut.  Seperti baru-baru ini di India terjadi pada seorang bocah berusia 10 tahun. Dikutip dari laman Hindustantimes, seorang anak laki-laki diketahui bunuh diri setelah diintimidasi di sekolah selama beberapa hari. 

Keluarganya kini mengklaim bahwa mereka mengadu ke sekolah setidaknya 20 kali tahun lalu. Sammy Teusch, 10, meninggal pada malam tanggal 5 Mei 2024.

img_title Heboh Penumpang Batik Air Paksa Buka Pintu Darurat Saat Penerbangan

"Saya menggendongnya,” kata ayah anak laki-laki tersebut, Sam Teusch, kepada WTHR. 

“Saya melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang ayah, dan setiap kali saya menutup mata, hanya itu yang dapat saya lihat," tambahnya seperti dikutip VoxPop.co.id, Kamis 16 Mei 2024.

img_title Batal Lawan Timnas Indonesia? India Dikabarkan Siap Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 Demi Hadapi Brasil

Sam dan Nicole, orang tua Sammy, mengaku telah memberitahu sekolah kelas empat, Greenfield Intermediate School, soal intimidasi yang dialaminya sebanyak 20 kali. 

“Mereka awalnya mengolok-olok dia karena kacamatanya, lalu mengolok-olok giginya. Itu berlangsung lama sekali,” kata Sam.

Kasus Ini Semakin Buruk dan Sering Terjadi

“Dia dipukuli di bus sekolah, dan anak-anak memecahkan kacamatanya dan sebagainya,” katanya. “Saya menelepon sekolah, dan saya bertanya, 'Apa yang kamu lakukan mengenai hal ini? Keadaannya menjadi semakin buruk, semakin buruk, dan semakin buruk.”

Pengawas distrik sekolah, Dr. Harold Olin, mengklaim bahwa tidak ada laporan intimidasi yang pernah disampaikan oleh Sammy atau orang tuanya. Dia mengakui bahwa sepanjang tahun, keluarga Sammy dan administrator sekolah serta konselor melakukan percakapan rutin. Namun, dia menolak menjelaskan lebih lanjut karena aturan kerahasiaan.

Keluarga Sammy bersikeras agar pihak sekolah mengetahui kejadian perundungan tersebut. 

“Mereka tahu ini sedang terjadi. Mereka tahu ini sedang terjadi,” kata sang ayah.

Nenek Sammy, Cynthia Teusch, mengecam distrik tersebut karena mengatakan bahwa distrik tersebut tidak memiliki kebijakan toleransi terhadap intimidasi. 

“Bahwa mereka tidak bisa begitu saja mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai toleransi karena itu tidak berarti tidak ada toleransi terhadap pelaku intimidasi, tidak adanya toleransi berarti mereka tidak mempunyai tanggung jawab terhadap hal tersebut,” katanya kepada WPTA. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut