Sering Bikin Resah Konsumen, Berikut Ini 6 Praktek Curang Oknum Tukang Cuci AC

Ilustrasi air conditioner atau AC
Sumber :
  • Ist

Jakarta, VoxPop – Belakangan ini, semakin banyak konsumen yang merasa resah dengan praktik-praktik curang yang dilakukan oleh sebagian oknum tukang cuci pendingin ruangan AC (Air Conditioner). Praktik-praktik ini tidak hanya merugikan konsumen secara finansial, tetapi juga dapat mengakibatkan kerusakan pada unit AC yang akhirnya membutuhkan biaya perbaikan yang lebih besar.

img_title Pacu TKDN di Industri RI, Panasonic Produksi AC Floor Standing PB5 Series Secara Lokal

Jadi berita viral di media sosial Facebook, bahwa banyak netizen yang mengeluhkan praktik curang sejumlah oknum tukang cuci AC. Pasalnya, mereka kerap diminta biaya tambahan yang cukup besar untuk menambah freon, atau mengganti spare part lainnya. Ada pula yang mengeluhkan AC tidak lagi sejuk tidak lama setelah dicuci.

Modus Curang Tukang Cuci AC

img_title 5 Tanda Filter Kabin Mobil Sudah Harus Diganti

Seperti dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa modus kecurangan yang sering dilakukan oleh tukang cuci AC yang perlu diwaspadai oleh konsumen:

1. Melebih-lebihkan Kerusakan

img_title Jangan Asal Pencet, Ini Fungsi Tombol AC Mobil yang Sering Diabaikan Pengemudi

Salah satu trik yang sering digunakan oleh tukang cuci AC nakal adalah melebih-lebihkan kerusakan yang ada pada unit AC. Saat memeriksa AC, mereka mungkin mengklaim bahwa ada komponen yang rusak parah atau harus segera diganti, padahal kenyataannya tidak demikian. Mereka sengaja membuat diagnosis yang menakut-nakuti konsumen agar setuju melakukan penggantian suku cadang yang sebenarnya masih dalam kondisi baik. Akibatnya, konsumen harus membayar biaya yang jauh lebih tinggi daripada yang seharusnya.

AC atau pendingin udara

Photo :
  • VoxPop.co.id/ Bimo Aria

2. Mengurangi Volume Freon

Freon adalah bahan pendingin yang sangat penting dalam kinerja AC. Beberapa tukang cuci AC curang sengaja mengurangi volume Freon dalam AC saat melakukan servis. Kemudian, mereka mengklaim bahwa Freon harus ditambahkan karena sudah berkurang. Padahal, berkurangnya Freon tersebut justru disebabkan oleh ulah mereka sendiri. Dengan demikian, mereka bisa mengutip biaya tambahan untuk pengisian ulang Freon, yang seharusnya tidak diperlukan.

3. Penggunaan Suku Cadang Palsu atau Murahan

Tukang cuci AC yang tidak jujur mungkin mengganti suku cadang yang rusak dengan produk palsu atau berkualitas rendah. Mereka akan mengatakan bahwa suku cadang tersebut adalah asli dan berkualitas tinggi, padahal sebenarnya hanya suku cadang murahan yang tidak tahan lama. Konsumen akhirnya harus mengganti suku cadang tersebut lebih cepat dari yang seharusnya, sehingga total biaya perawatan AC menjadi lebih mahal.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut