Daendels Bayar Upah Pekerja Jalan Anyer-Panarukan, Sejarah Kerja Rodi Bohong?
- VoxPop.co.id/ Dody Handoko
Untuk membicarakan hal ini, Daendels mengundang sebanyak 40 bupati ke rumah Gubernur Pantai Timur Jawa pada 28 April 1808 di Semarang. Dalam pertemuan itu dia menyampaikan, pemerintah kolonial kehabisan dana.
Kebetulan, kala itu bupati yang mewakili sultan punya hak pajak, yakni pajak hasil bumi dan pajak tenaga kerja, berupa wajib kerja rakyat kepada bupati. Daendels melihat hal ini bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan proyek.
Daendels meminta hak pajak para bupati agar dialihkan untuk melanjutkan proyek jalan. Ketika kesepakatan terjadi, maka timbul kekeliruan soal narasi kerja paksa.
“Jadi kalau dibilang kerja paksa, ya salah,” ucapnya.
Setelah rampungnya pengerjaan pada 1810, jalan ini digunakan untuk kepentingan pertahanan dan perhubungan. Maka dari itu saat ini Jalan Raya Anyer-Panarukan disebut Jalan Raya Pos.
