Profil Hercules, Ketum GRIB yang Sebut Eks Pangdam Jaya Sutiyoso Bau Tanah

Hercules
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Bayu Nugraha

Jakarta, VoxPop – Nama Hercules Rosario Marshal kembali mencuat di ruang publik setelah pernyataan kontroversialnya yang menyebut Letjen TNI (Purn) Sutiyoso sebagai sosok yang " sudah bau tanah". 

img_title Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Dinilai Saling Melengkapi Sebagai Pemimpin Negara

Pernyataan itu memantik polemik, terlebih karena ditujukan kepada mantan Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) sekaligus eks Gubernur DKI Jakarta yang dikenal luas di kalangan militer dan pemerintahan.

“Pak Sutiyoso itu gak usah menyinggung Ormas. Sudahlah, kalau saya bilang bahasanya, mulutnya udah bau tanah, gak usah nyinggung-nyinggung kita (ormas),” ucap Hercules.

img_title Prabowo Ungkap 1.000 WNI Jadi Korban Online Scam, RI-Thailand Perkuat Kerja Sama Keamanan

Kepala BIN Sutiyoso

Photo :
  • VoxPop.co.id/Ikhwan Yanuar

“Orang boleh takut sama Pak Sutiyoso, kalau saya, saya gak takut. Kalau dia nyinggung kita, saya bilang, Anda mulutnya udah bau tanah. Berdoa, minta sama Allah Subhanahu wata'ala karenasebentar lagi mau dipanggil sama Allah Subhanahu wata'ala,” tandasnya.

img_title PM Thailand Tawarkan Prabowo 36 Rantis Amfibi untuk TNI

Profil Hercules, Dijuluki Preman yang Tak Bisa Mati

Dilansir dari berbagai sumber, Jumat 2 Mei 2025, Hercules lahir di Timor Timur pada 27 Mei 1968, sebelum wilayah tersebut menjadi negara merdeka bernama Timor Leste. Ia menjadi yatim piatu saat orang tuanya tewas dalam pengeboman di daerah Ainaro pada tahun 1978. 

Ia kemudian diasuh oleh militer Indonesia dan dikenal sebagai Tenaga Bantuan Operasi (TBO). Ia ditugaskan membawa logistik untuk pasukan TNI. Sosok yang sangat berpengaruh dalam hidupnya adalah Prabowo Subianto, yang saat itu masih menjabat sebagai Kapten di Kopassus.

Dalam sebuah insiden kecelakaan helikopter saat menjalankan misi, Hercules kehilangan tangan kanannya dan harus dirawat di RSPAD Jakarta. Namun, ia tak tahan lama di rumah sakit dan kabur, hingga akhirnya terjerumus ke dunia premanisme di Tanah Abang.

Rosario De Marshall alias Hercules (tengah) usai diperiksa KPK

Photo :
  • VoxPop/Rahmat Fatahillah Ilham

Setibanya di Jakarta, Hercules hidup di bawah kolong jembatan. Ia merintis "karier" dari bawah di dunia jalanan.

Di akhir 1980-an hingga pertengahan 1990-an, ia menjadi pemimpin kelompok preman yang sangat ditakuti. Kelompoknya, yang berisi para pemuda dari Timor Timur, tumbuh besar hingga disebut memiliki lebih dari 17.000 anggota tersebar di Jakarta.

Ia disebut-sebut pernah dibacok 16 kali, ditembak di mata, dan lolos dari banyak percobaan pembunuhan. Ia kini menggunakan tangan palsu dan salah satu matanya adalah mata buatan. Semua itu membuatnya dijuluki sebagai "Preman yang Tak Bisa Mati".

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut