Not Invisible, Kampanye untuk Selamatkan Perempuan Indian
Meskipun organisasi seperti VAWA atau Violence Against Women Act dan TLOA atau Tribal Law and Order Act yang merupakan bentuk aksi perlindungan, serta keadilan perempuan Indian di Amerika disahkan secara langsung oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama pada 29 Juli 2010 telah membantu memperhatikan tingkat kekerasan yang tinggi ini, dan mulai mengatasi kesenjangan dalam penegakan hukum untuk suku dan otoritas federal, tetapi tetap tidak ada pengumpulan data yang komprehensif, dan sistem mengenai jumlah wanita hilang dan terbunuh di negara-negara yang didiami suku Indian.
Menurut sebuah studi yang berada di bawah VAWA pada 2005, ditemukan bahwa antara tahun 1979 dan 1992, pembunuhan merupakan penyebab utama ketiga dari kematian perempuan Indian berusia 15 sampai 34 tahun. Dan, bahwa 75 persen dibunuh oleh anggota keluarga atau kenalan mereka.
Di negara-negara yang didiami suku Indian, kasus mengenai hilangnya atau terbunuhnya perempuan Indian Amerika, tidak diliput dan diberitakan oleh media setempat. Kasus-kasus tersebut cenderung dilupakan.
Sarah Deer, seorang profesor hukum di William Mitchell College of Law yang memiliki pengalaman kerja yang luas dalam mengakhiri kekerasan terhadap wanita Indian, menggambarkan kurangnya data dan perhatian terhadap wanita Indian yang hilang dan terbunuh sebagai persekongkolan ketidakpedulian AS, pemerintah, dan penegakan hukum.
"Jika, kami memiliki dana untuk mencari dan menilai data kami, saya pikir kami akan menemukan bahwa kami di AS memiliki nomor yang sama persis dengan Kanada, dalam hal perempuan yang hilang dan terbunuh," ujarnya.
Karena itu, seluruh masyarakat internasional diingatkan kembali tentang para perempuan Indian yang memiliki keadaan yang cukup memprihatinkan. Kasus seperti ini harus dihentikan secepatnya. Baik oleh Kepolisian dan pemerintahan Amerika Serikat, maupun oleh organisasi-organisasi terkait. Jika tidak dihentikan, angka kematian perempuan Indian Amerika semakin tinggi, sehingga banyak perempuan tak bersalah yang terbunuh dan meninggalkan duka yang sangat mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Dalam rangka meningkatkan rasa awareness masyarakat internasional mengenai banyak hilang dan terbunuhnya para perempuan Indian di Amerika, maka dimulailah kampanye ini di sosial media, terutama instagram. Yang ditandai dengan sejumlah orang yang memposting foto mereka dengan hashtag notinvisible untuk mempopulerkan kampanye ini, sejak akhir November 2017 lalu.
